21 December 2022 19:45
Terdakwa Kuat Ma'ruf mengaku ikhlas dengan hasil assesment psikologis yang menyebut dirinya memiliki kecerdasan di bawah rata-rata. Selain itu, saat memberikan tanggapan keterangan ahli, Kuat Ma'ruf menanyakan kepada Ahli Psikolog Forensik Reni Kusumawardhani bahwa akhir-akhir ini dirinya kerap disebut sebagai pembohong.
"Saya mau bertanya kepada psikolog. Maaf ibu. Kalau ibu menyimpulkan kecerdasan saya di bawah rata-rata, saya ikhlas. Namun, saya ingin bertanya, saya ini tipe orang pembohong apa yang tidak jujur atau gimana ? Soalnya, saya akhir-akhir ini sering disebut pembohong dan tidak jujur. Saya sakit dengan bahasa itu," tanya Kuat yang disambut pengunjung sidang di PN Jaksel, Rabu (21/12/2022).
Menaggapi pertanyaan Kuat, Ahli Psikolog Forensik Reni Kusumawardhani mengatakan, memang pernah terjadi kebohongan saat pada keterangan-keterangan yang disampaikan Kuat, tetapi sudah direvisi.
"Pernah terjadi kebohongan dan itu sudah diakui. Kemudian, direvisi dan kami mengukur kredibilitas keterangan Bapak Kuat. Demikian seperti yang kami telah sampaikan," ujar Reni.
Selanjutnya, Reni juga menambahkan kejadian tersebut kemungkinan terjadi karena Kuat memiliki kepatuhan yang sangat tinggi dan ada di posisi yang tidak tahu-menahu, sehingga ada keliruan yang disampaikan.
"Jadi, simpulannya, karena kepatuhan yang sangat tinggi seperti itu dan ada satu situasi tidak tahu-menahu. (Kuat Ma'ruf) berada di satu tempat dalam situasi yang seperti itu, sehingga berada di tempat yang keliru pada saat itu," tambahnya.