NEWSTICKER

Komnas HAM Periksa Puslabfor Polri untuk Ketahui Nama Pemilik Senjata Pembunuh Brigadir J

5 August 2022 11:31

Dalam surat Telegram Kapolri terdapat mutasi pemberhentian dan pengangkatan 15 perwira tinggi Polri mulai dari pangkat Bintang dua hingga AKP setelah Kapolri menonaktifkan 25 anggota Polri. Menurut Bagian Penerangan Umum Humas Mabes Polri menyatakan bahwa tidak ada agenda khusus untuk pelantikan atau serah terima jabatan pada sejumlah anggota Kepolisian yang telah di mutasi oleh Kapolri Kamis (4/8/2022) malam.

Diketahui sebanyak 15 anggota personel Kepolisian telah di mutasi oleh Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo imbas dari hasil pengembangan dan penyidikan sementara kasus kematian Brigadir J salah satunya yakni Kadiv Propam Polri nonaktif Irjen Pol Ferdy Sambo yang di mutasi menjadi Perwira Tinggi Pelayanan Markas (YANMA) Polri.

Sesuai dengan agenda yang dikeluarkan oleh Komnas HAM pada Jumat (5/8/2022) dilakukan penjadwalan ulang terhadap pusat laboratorium Forensik Mabes Polri untuk dimintai lebih dalam soal uji balistik baik senjata maupun peluru yang ditemukan dan digunakan pada saat kejadian penembakan di rumah Irjen Pol Ferdy Sambo. Sebelumnya Komnas HAM telah melakukan penjadwalan pada pihak Puslabfor pada Rabu (3/8/2022) namun pihak Polri meminta penjadwalan ulang karena masih menyiapkan materi yang akan disampaikan pada Komnas HAM.

Uji balistik tersebut sangat penting untuk Komnas HAM karena akan diketahui nomor registrasi dari senjata yang digunakan oleh Bharada E atau Brigadir J sehingga diketahui siapa pemilik sebenarnya dari senjata tersebut. Uji balistik juga untuk mengetahui sudut tembak, jarak tembak dan serpihan peluru yang terjadi pada saat kejadian dan akan dicocokan dengan serpihan lainnya sehingga akan dicocokkan dengan luka di tubuh Brigadir J.