7 July 2026 21:58
Jutaan rakyat Iran turun ke jalan dalam prosesi pemakaman pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Di tengah suasana duka, narasi kemarahan publik meningkat tajam dengan tuntutan balas dendam terhadap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu.
Analis Timur Tengah, Faisal Assegaf, menyatakan dengan adanya seruan ini menunjukkan bahwa sebenarnya rakyat Iran tidak setuju dengan nota kesepahaman yang sudah disepakati oleh Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.
“Makanya mereka minta balaskan dendam dulu baru istilahnya berdamai. Apa yang disampaikan oleh rakyat Iran ini sebenarnya sesuai dengan survei yang pernah dilakukan stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB pada April lalu setelah adanya gencatan senjata yang diumumkan sepihak oleh Trump,” kata Analis Timur Tengah, Faisal Assegaf dalam program Primetime News Metro TV, Selasa, 17 Juli 2026.
Berdasarkan survei IRIB, mayoritas rakyat Iran, 79,4% menolak penghentian program uranium dan keberatan dengan pembukaan Selat Hormuz secara bebas.
Baca Juga :
Kini, perhatian tertuju pada sosok Mojtaba Khamenei, putra dari Ali Khamenei. Meski belum muncul di publik karena alasan keamanan, Mojtaba sempat menyatakan tidak setuju dengan isi nota kesepahaman.
“Mojtaba Khamenei yang sampai sekarang belum muncul di depan publik, itu sudah menyatakan bahwa dia punya pandangan berbeda. Artinya Mojtaba Khamenei tidak setuju dengan isi nota kesepahaman. Dan buat Khamenei dan juga buat rakyat Iran, ya Amerika maupun Israel tidak layak dipercaya,” ungkap Faisal.
Faisal juga menyebut untuk menindaklanjuti seruan balasa denda terhadap Trump dan Netanyahu tergantung pada Mojtaba Khamenei.
“Ya itu tergantung dari keputusan Mojtaba Khamenei kalau untuk perang skala besar seperti yang terjadi 28 Februari sampai April,” jelas Faisal.
Faisal mengungkapkan Mojtaba memiliki wewenang penuh untuk menentukan arah kebijakan Iran ke depan. Namun, menurutnya, Mojtaba harus mendengarkan seruan rakyat Iran agar tetap didukung.
"Mojtaba kalau memang ingin dihormati, tetap didukung oleh rakyat Iran, maka dia harus mendengarkan seruan rakyat Iran dan itu sudah disampaikan melalui selain di tengah proses perkabungan ini, sudah disampaikan melalui survei April lalu,” ujar Faisal.