Iran Klaim Punya Bukti Penyusup Demonstrasi Iran dari AS

27 January 2026 16:22

Iran mengajukan gugatan pidana terhadap Amerika Serikat (AS) atas kerusuhan dan pembunuhan oleh para penyusup demonstrasi di Iran beberapa waktu lalu. Dalam kerusuhan tersebut, AS dan sekutunya Israel membunuh ribuan warga Iran.

Sebuah papan reklame dipasang di pusat Teheran menggambarkan serangan terhadap kapal induk Amerika Serikat.

Papan yang dipasang di lapangan revolusi ini juga menampilkan ungkapan 'Jika Anda menabur angin, Anda akan menuai badai' yang tertulis dalam bahasa Persia dan Inggris.

Hal ini terjadi di tengah sikap Republik Islam Iran bahwa mereka siap membalas setiap serangan Amerika Serikat. Namun, Trump tampaknya mengurungkan niatnya menyerang Iran.

Bahkan pada Kamis, 22 Januari 2026, lalu, Trump mengatakan bahwa mereka memiliki armada besar yang menuju Timur Tengah, tapi mungkin mereka tidak perlu menggunakannya.
 



Sementara itu, Iran mengajukan gugatan pidana terhadap Amerika Serikat pada Minggu, 25 Januari 2026atas kerusuhan yang juga diwarnai pembunuhan oleh para penyusup demonstrasi di Iran beberapa waktu lalu.

Keluarga pasukan keamanan dan warga sipil yang terbunuh secara resmi menyerahkan wewenang hukum kepada lembaga peradilan Iran yang memungkinkan lembaga tersebut untuk menuntut Washington di forum internasional dan domestik.

Demonstrasi berubah jadi kerusuhan dipicu oleh desakan Trump terhadap demonstran untuk merebut lembaga pemerintahan dan juga dipicu oleh penyusupan oleh intelijen Zionis dan CIA.

Demonstrasi di Iran yang dimulai akhir Desember lalu berubah menjadi kerusuhan dan tuntutannya pun berbalik, bukan soal ekonomi tetapi menuntut penggulingan pemerintahan sah Iran.

Belakangan, Iran berhasil membuktikan dalang di balik rusuhan itu yakni rezim Zionis Israel dan sekutunya Amerika Serikat.

Iran menangkapi sejumlah orang yang menyusup dalam aksi demonstrasi, termasuk mereka yang membakar puluhan masjid di Iran.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Diva Rabiah)