10 July 2026 21:42
Asap tebal terlihat mengepul dari dermaga penangkapan ikan di selatan Provinsi Bushehr, Iran, menyusul laporan serangan baru Amerika Serikat terhadap Iran.
Kantor berita Iran, IRNA, mengatakan beberapa lokasi di Provinsi Bushehr telah diserang, termasuk daerah sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr, pangkalan militer Jaghadak, dan dermaga pemancingan. Tidak ada korban jiwa dalam serangan ini.
Amerika Serikat mengumumkan pihaknya melakukan serangan di Iran dan mengklaim bahwa serangan tersebut terkait dengan kemampuan Teheran untuk mengancam navigasi di Selat Hormuz.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump berdalih Amerika telah menyerang Iran dengan sangat keras secara berturut-turut sebagai balasan atas serangan Teheran terhadap kapal komersial di Selat Hormuz.
Trump mengatakan ia tidak yakin apakah serangan terbaru AS ini menandakan kembalinya perang terbuka, namun ia mengklaim Amerika akan menang dengan sangat cepat jika hal itu terjadi.
"Kami baru saja menghantam mereka dengan sangat keras. Saya bisa katakan perbandingannya 20 banding satu. Setiap kali mereka menyerang kami, kami akan membalas dengan serangan 20 kali lipat. Kami sudah melakukannya. Hari ini kami juga melakukan tindakan balasan, namun itu sebenarnya merupakan respons atas kejadian semalam,” kata Trump dalam program Top News Metro TV, Jumat, 10 Juli 2026.