Potensi Gempa Besar di Selat Sunda Mengancam, Pakar Tegaskan Pentingnya Mitigasi Prabencana

9 September 2026 21:49

Akumulasi energi di zona Selat Sunda berpotensi memicu gempa bumi dahsyat bermagnitudo 8,7 yang dapat berdampak pada guncangan hebat hingga ancaman tsunami di sejumlah wilayah Indonesia. Pakar kebencanaan mengimbau pemerintah dan masyarakat untuk mengutamakan kesiapsiagaan serta mitigasi prabencana guna menekan risiko kerusakan dan korban jiwa.

Dampak Guncangan dan Ancaman Tsunami Selat Sunda

Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Daryono, menjelaskan bahwa pelepasan akumulasi energi di zona Selat Sunda dapat menimbulkan dampak guncangan yang sangat signifikan di beberapa wilayah.

"Kalau modeling yang terjadi di Selat Sunda tadi yang ditabung tadi itu rilis, yang diakumulasi dirilis 8,7, maka terjadi gempa dahsyat dan itu wilayah Jawa Barat, Banten, Jakarta, Lampung itu bisa terdampak guncangan gempa hingga mencapai 7 hingga 8 Modified Mercalli Intensity," ujar Daryono dalam tayangan Primetime News Metro TV, Rabu, 9 September 2026.

Ia menambahkan bahwa guncangan skala 8 MMI pada lokasi bertanah lunak berisiko mengalami pembesaran guncangan (ground motion amplification) dan resonansi yang memperparah tingkat kerusakan. Selain guncangan, potensi gelombang tsunami di atas 3 meter mengancam kawasan Selat Sunda selatan, Lampung selatan, Jawa Barat selatan, Banten, hingga Banyuwangi. Gelombang tsunami juga berpotensi menyusuri Laut Jawa hingga ke pesisir Ancol, Jakarta Utara, dengan ketinggian sekitar setengah meter.


Identifikasi Sesar Aktif Surabaya hingga Madura

Selain ancaman megathrust, Pusat Studi Gempa Nasional (Pusgen) mengidentifikasi keberadaan sejumlah sesar aktif darat, seperti Sesar Waru, Sesar Surabaya, Sesar Madura, serta Sesar Rembang-Madura-Kangean, dengan potensi kekuatan mencapai magnitudo 6,7. Namun, Daryono menegaskan bahwa angka tersebut bukanlah ramalan waktu terjadinya gempa.

"Angka 6,7 itu sebenarnya untuk worst case bahwa itulah yang harus diacu di dalam membangun building code itu. Tapi tidak boleh ditafsirkan bahwa gempa seperti itu sebentar lagi akan terjadi, itu yang misleading," tegas Daryono.

Penguatan Mitigasi dan Alokasi Anggaran Prabencana

Mengingat waktu terjadinya gempa tidak dapat diprediksi, Daryono mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah melalui BPBD untuk proaktif mengenali jalur sesar di wilayah masing-masing serta memastikan bangunan yang didirikan memenuhi standar tahan gempa.

Terkait alokasi anggaran penanggulangan bencana, ia mendorong agar prioritas utama diberikan pada pos kesiapsiagaan dan mitigasi prabencana.

"Jangan sampai anggaran kita itu habis untuk membiayai kerusakan tanpa kita menyiapkan mitigasi. Lebih efektif kita menjadikan kegiatan-kegiatan prabencana itu sebagai investasi daripada kita membiayai kerusakan," pungkas Daryono.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X