Perkuat Infrastruktur Energi, PLN Enjiniring Borong Dua Penghargaan di ITAY 2026

26 February 2026 11:39

Komitmen terhadap inovasi engineering dan penguatan infrastruktur ketenagalistrikan nasional membawa PT Prima Layanan Nasional Enjiniring (PLN Enjiniring) meraih dua penghargaan bergengsi dalam ajang Indonesia Top Achievements of the Year (ITAY) 2026. Dua penghargaan ini menjadi penegasan atas peran PLN Enjiniring sebagai mitra strategis dalam memperkuat fondasi energi nasional.

Dalam kategori perusahaan, PLN Enjiniring dinobatkan sebagai penerima penghargaan Excellence in Engineering Partnership for National Energy Infrastructure 2026. Dewan juri menilai PLN Enjiniring sebagai mitra strategis dalam pembangunan sistem kelistrikan nasional, mulai dari proyek transmisi tegangan tinggi, interkoneksi antarwilayah hingga dukungan teknis dalam pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT).

Keterlibatan aktif dalam proyek-proyek infrastruktur ketenagalistrikan strategis dinilai berperan penting dalam memperkuat keandalan pasokan listrik nasional.

Selain proyek fisik, PLN Enjiniring juga dinilai unggul dalam transformasi digital engineering. Implementasi teknologi seperti Building Information Modeling (BIM), simulasi lanjutan, serta optimasi desain terbukti mampu meningkatkan efisiensi proses perencanaan dan supervisi proyek. 

Transformasi ini turut didukung oleh pengembangan kompetensi sumber daya manusia (SDM) yang berstandar profesional guna menjawab tantangan transisi energi dan kompleksitas sistem kelistrikan modern.
 

Baca juga: Catat! Rincian Tarif Listrik Terbaru Periode 23-28 Februari 2026

Penghargaan kedua, Best Transformational Leader in Energy Engineering 2026, diberikan kepada Direktur Utama PLN Enjiniring, Chairani Rachmatullah. Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas kepemimpinan transformasionalnya dalam memperkuat tata kelola perusahaan, mendorong inovasi berbasis teknologi, serta memastikan setiap proyek berjalan dengan standar kualitas dan keselamatan yang tinggi.

Chairani Rachmatullah mengungkapkan bahwa transformasi besar-besaran telah dimulai sejak 2024 untuk menjawab tantangan ambisius pemerintah dalam mencapai target Net Zero Emission pada 2060.

"Kami melihat harus melakukan transformasi. Sebenarnya kita mulai dari 2024, tapi di 2025 kami mulai memetik hasil dari transformasi itu," ujar Chairani. 

Ia menambahkan bahwa perubahan dilakukan secara menyeluruh, mencakup aspek organisasi, kapabilitas SDM, hingga tools yang digunakan.

Dewan juri manilai transformasi yang dijalankan PLN Enjiniring tidak hanya meningkatkan efisiensi dan reliabilitas jaringan listrik nasional, tetapi juga mendukung agenda transisi energi Indonesia menuju sistem yang lebih bersih dan berkelanjutan. 

Dengan pencapaian ini, PLN Enjiniring semakin memperkuat posisinya sebagai pilar utama dalam memperkuat keandalan pasokan listrik sekaligus mewujudkan masa depan energi yang berkelanjutan bagi bangsa.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)