Polusi Udara di Indonesia Masih Tinggi, Ini Dampak Seriusnya bagi Tubuh-Tips Kesehatan

26 June 2026 14:26

Jakarta: Polusi udara masih menjadi salah satu masalah lingkungan yang berdampak besar terhadap kesehatan masyarakat. Paparan udara yang tercemar tidak hanya menyebabkan gangguan pernapasan, tetapi juga dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit serius. Bahkan, dalam jangka panjang, polusi udara dikaitkan dengan meningkatnya angka kematian dini di berbagai negara.

Menurut data World Health Organization (WHO), kualitas udara yang buruk mengandung berbagai partikel dan zat berbahaya yang dapat masuk ke dalam tubuh melalui sistem pernapasan. Karena itu, dampak polusi udara terhadap kesehatan tidak bisa dianggap remeh.
 

 

Dampak Polusi Udara terhadap Kesehatan

Berikut sejumlah dampak polusi udara terhadap kesehatan tubuh yang perlu diwaspadai, dikutip dari AloDokter.

1. Iritasi Hidung dan Mata Merah

Iritasi hidung dan mata merah menjadi salah satu dampak yang paling sering muncul akibat paparan polusi udara, baik di dalam maupun luar ruangan. Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai partikel di udara, seperti asap, debu, kabut, maupun senyawa kimia dari cat dinding atau produk pembersih rumah tangga yang memiliki aroma kuat.

2. Bronkitis

Bronkitis merupakan peradangan pada saluran bronkus yang berfungsi menyalurkan udara dari tenggorokan ke paru-paru. Penyakit ini dapat menyebabkan batuk yang disertai lendir atau dahak. Paparan polusi yang mengandung nitrogen dioksida dan sulfur oksida diketahui dapat meningkatkan risiko terjadinya bronkitis. Kedua zat tersebut umumnya berasal dari proses pembakaran bahan bakar fosil dan dapat mengiritasi saluran pernapasan.

3. Penyakit Autoimun

Paparan polusi udara dalam jangka panjang juga dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh. Akibatnya, sistem imun yang seharusnya melindungi tubuh justru dapat menyerang jaringan sehat. Beberapa penelitian menunjukkan adanya kaitan antara paparan polusi udara dengan meningkatnya risiko penyakit autoimun, seperti sklerosis multipel dan artritis reumatoid.

4. Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)

Penelitian yang dikutip AloDokter menunjukkan bahwa masyarakat yang tinggal di wilayah dengan tingkat polusi udara tinggi memiliki risiko lebih besar mengalami Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK).

PPOK merupakan kondisi peradangan kronis pada paru-paru dan saluran pernapasan yang menyebabkan aliran udara menjadi terhambat. Akibatnya, penderita sering mengalami sesak napas dan kesulitan bernapas. Dalam beberapa kasus, kondisi ini juga dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru.

5. Kematian Dini

Dampak paling serius dari polusi udara adalah meningkatnya risiko kematian dini. Data WHO pada 2019 menunjukkan bahwa lebih dari 4 juta kematian dini di dunia berkaitan dengan paparan polusi udara. Kondisi ini terjadi karena polusi dapat memicu berbagai penyakit kronis, mulai dari gangguan pernapasan, penyakit jantung dan pembuluh darah, hingga kanker.
 

Nah, berbagai dampak tersebut menunjukkan bahwa polusi udara bukan sekadar masalah lingkungan, tetapi juga ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Karena itu, upaya mengurangi paparan polusi, menjaga kualitas udara, serta menerapkan gaya hidup sehat menjadi langkah penting untuk melindungi tubuh dari risiko penyakit akibat udara tercemar.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.

(Odetta Aisha Amrullah)

(Zein Zahiratul Fauziyyah)


Close Ads X
Close Ads X