Pemerintah Bebaskan Bea Masuk untuk Impor Elpiji dan Bahan Baku Plastik

24 June 2026 21:13

Pemerintah memberikan insentif berupa bea masuk 0% untuk sejumlah komoditas strategis, mulai dari impor elpiji, bahan baku plastik, hingga suku cadang pesawat terbang. Kebijakan ini diluncurkan sebagai bagian dari paket stimulus ekonomi untuk semester II-2026 sesuai dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan pemerintah memberikan insentif berupa bea masuk 0% untuk impor elpiji bagi industri petrokimia. Pemerintah memperkirakan manfaat ekonomi yang dihasilkan mencapai Rp2,25 triliun, melalui pengurangan biaya bagi industri dan peningkatan aktivitas ekonomi di sektor terkait.
 

Baca juga: Airlangga Sebut Kenaikan BI Rate Mampu Menjaga Nilai Tukar Rupiah

Selain elpiji pemerintah juga menetapkan tarif bea masuk 0% untuk impor bahan baku plastik. Langkah ini dilakukan untuk membantu menjaga stabilitas harga barang, khususnya produk makanan dan kebutuhan sehari-hari yang t.
 
Baca juga: Airlangga Sebut Kenaikan BI Rate Mampu Menjaga Nilai Tukar Rupiah

Selain elpiji pemerintah juga menetapkan tarif bea masuk 0% untuk impor bahan baku plastik. Langkah ini dilakukan untuk membantu menjaga stabilitas harga barang, khususnya produk makanan dan kebutuhan sehari-h sebagian besar menggunakan kemasan plastik. Ketersediaan bahan baku dengan biaya lebih murah diharapkan dapat membantu mengendalikan tekanan inflasi di tengah dinamika ekonomi global.

"Pemerintah mengharapkan dengan adanya bahan baku plastik yang nol ini juga akan membantu terkait dengan inflasi, terutama karena hampir seluruh kemasan (packaging) makanan dibungkus dengan plastik," ujar Airlangga yang dikutip Prioritas Indonesia pada Rabu, 24 Juni 2026.

Lebih lanjut menurut Airlangga, Pemerintah juga menurunkan bea masuk impor suku cadang pesawat terbang menjadi 0%. Kebijakan ini untuk memperkuat industri penerbangan nasional, serta meningkatkan daya saing industri perawatan dan perbaikan pesawat (Maintenance, Repair, and Overhaul/MRO) agar bisa lebih berdaya saing.

(Anggie Meidyana)