Jakarta: Malam magis di Istanbul menjadi saksi kembalinya kejayaan salah satu klub tradisional asal Inggris. Aston Villa akhirnya resmi mengakhiri penantian panjang mereka selama tiga dekade untuk kembali mengangkat trofi bergengsi dengan menjuarai kompetisi Liga Europa.
?Tim berjuluk The Villans tersebut tampil begitu perkasa dan sukses menaklukkan wakil Jerman SC Freiburg dengan skor telak 3-0 pada laga final yang digelar Kamis, 21 Mei 2026, dini hari. Keberhasilan ini menjadi raihan piala pertama bagi Aston Villa sejak mereka menjuarai ajang Piala Liga Inggris pada musim 1995-1996 silam.
?Dominasi Penuh di Partai Puncak
Kemenangan Aston Villa sejatinya sudah terlihat sangat menjanjikan sejak awal pertandingan. Mereka sukses menutup babak pertama dengan keunggulan dua gol yang dicetak melalui penyelesaian memukau dari Youri Tielemans dan Emiliano Buendia.
?Memasuki babak kedua, dominasi tersebut sama sekali tidak mengendur. Pemain muda Morgan Rogers turut mencatatkan namanya di papan skor sekaligus memperbesar keunggulan dan memastikan pesta juara bagi tim asal Birmingham tersebut di Stadion Tupras.
?Penyerang Aston Villa Ollie Watkins menyebut kemenangan ini sebagai pengalaman indah yang selalu diimpikan oleh setiap pemain. Ia mengungkapkan bahwa timnya benar-benar sukses mengendalikan alur pertandingan dan menghukum setiap kesalahan lawan hingga peluit akhir dibunyikan.
?Magis Spesialis Eropa Unai Emery
Kesuksesan besar ini tentu tidak lepas dari magis dan ketenangan sang pelatih Unai Emery. Keberhasilan menjuarai Liga Europa ini semakin mempertegas reputasi pelatih asal Spanyol tersebut sebagai sosok spesialis kompetisi kasta kedua Eropa. Sepanjang karier kepelatihannya, Emery kini telah mengoleksi lima trofi Liga Europa yang ia raih bersama tiga klub berbeda:
- ?Tiga trofi gemilang diraih saat ia menukangi klub Spanyol Sevilla
- ?Satu trofi diraih saat bersama Villarreal
- ?Satu trofi terbaru berhasil ia persembahkan untuk Aston Villa
?Pencapaian sang manajer terbilang sangat dramatis dan istimewa. Mengingat pada tahun 2022 saat Emery pertama kali menginjakkan kaki di Villa Park, skuad Aston Villa sedang terpuruk dan hanya terpaut satu tingkat dari zona degradasi Liga Inggris. Hanya dalam kurun waktu singkat, ia berhasil menyulap tim tersebut menjadi skuad tangguh yang solid.
?Disaksikan Langsung Pangeran William
Euforia kemenangan yang pecah di tengah lapangan yang diiringi ledakan konfeti juga dirasakan secara langsung oleh Pangeran William. Sebagai penggemar berat Aston Villa, Pangeran Wales tersebut secara khusus menyempatkan hadir menyaksikan laga final.
?Kapten tim John McGinn bahkan menceritakan momen keakraban saat sang pangeran datang ke ruang ganti sebelum pertandingan dimulai. Dukungan moril yang diberikan tersebut terbukti sukses membakar semangat para pemain untuk tidak melewatkan malam bersejarah itu tanpa membawa pulang piala kehormatan.
(Daffa Yazid Fadhlan)