WVI Jangkau 175 Ribu Anak Rentan, Tekan Stunting dan Perluas Akses Pendidikan

25 July 2026 14:06

Jakarta: Wahana Visi Indonesia (WVI) merilis Laporan Program Kesejahteraan Anak 2025 yang menyoroti pentingnya pemenuhan hak dasar anak, khususnya kelompok paling rentan, di 53 kabupaten/kota di Indonesia. Melalui berbagai program pendampingan, WVI menegaskan komitmennya memperkuat akses kesehatan, pendidikan, air bersih, dan perlindungan anak secara inklusif.

Dalam laporannya, WVI mencatat telah menjangkau rata-rata 175 ribu anak sepanjang 2025. Lebih dari 70 persen di antaranya merupakan anak-anak dalam kategori paling rentan yang membutuhkan pendampingan khusus. Secara tidak langsung, berbagai program organisasi tersebut telah memberikan dampak kepada lebih dari 80 juta anak di Indonesia.

National Director Wahana Visi Indonesia, Angelina Theodora, mengatakan strategi utama organisasinya adalah meningkatkan kualitas hidup anak melalui perbaikan gizi dan penguatan layanan dasar.

"Strategi Wahana Visi Indonesia adalah memperbaiki status gizi anak-anak balita terutama untuk mengurangi stunting di wilayah-wilayah desa dampingan dan memastikan ada akses ke air bersih, sanitasi, kesehatan di wilayah-wilayah dampingan," ujar Angelina dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Sabtu 25 Juli 2026. 

Ia menegaskan WVI akan terus memprioritaskan isu perkembangan dan pemberdayaan anak.

"Selama Wahana Visi Indonesia masih berdiri pasti fokusnya akan pada isu perkembangan anak, pemberdayaan anak supaya anak bisa punya masa depan yang baik. Visi kami adalah hidup yang utuh sepenuhnya sehingga anak bisa mengembangkan potensinya dengan maksimal," katanya.

Di sektor kesehatan, WVI telah mendampingi lebih dari 21 ribu balita untuk memperbaiki status gizi sebagai upaya menekan angka stunting. Organisasi ini juga membangun 985 titik sambungan air bersih yang memberi manfaat bagi sekitar 15 ribu warga di daerah terpencil.

Sementara di bidang pendidikan, WVI mendampingi lebih dari 5.000 siswa sekolah dasar serta membagikan ribuan buku bacaan guna meningkatkan literasi anak.

Keberhasilan program tersebut turut dirasakan para alumninya. Nana mengaku pendampingan WVI membantunya membangun rasa percaya diri dan kemampuan berbicara di depan publik.

"Setelah ada WVI, saya punya keberanian untuk bersuara, belajar untuk ngomong di depan banyak orang, lebih kritis lagi melihat sekitar," ujarnya.

Hal senada disampaikan Devita yang mengaku bersyukur pernah menjadi anak binaan WVI dan kini dapat kembali berkontribusi melalui dampak berkelanjutan yang dibangun organisasi tersebut.

Melalui berbagai program itu, WVI berharap masyarakat dapat terus menjaga kesejahteraan anak serta memastikan pemenuhan hak-hak dasar anak Indonesia berlangsung secara berkelanjutan.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X