ESQ Tours Terjunkan 12 Dokter Spesialis Kawal Kesehatan Jemaah Haji

5 May 2026 20:47

Persiapan fisik menjadi pilar utama dalam menyukseskan ibadah haji yang menguras energi. Menyambut musim haji 2026, ESQ Tours Travel menyiapkan tim medis khusus untuk mendampingi 817 calon haji. Tim yang dipimpin oleh dr. Sadi Haryono ini dirancang untuk memberikan perlindungan kesehatan paripurna sejak masa persiapan di tanah air hingga puncak ibadah di tanah suci.

Ketua Tim Medis ESQ Tours sekaligus Komisaris Utama Rumah Sakit Prima Husada Group, dr. Sadi Haryono, menekankan bahwa kesiapan haji tidak bisa dilakukan secara mendadak. Dibutuhkan waktu yang cukup panjang untuk mematangkan kondisi fisik jemaah agar mampu menjalani mobilitas tinggi selama rangkaian ibadah berlangsung.

"Untuk kesiapan haji sebetulnya tidak bisa mendadak. Kita harus minimal enam bulan persiapan. Karena masalah yang dihadapi ibadah haji itu fisik ya. Kita menyiapkan fisik yang harus prima," tegas dr. Sadi Haryono dikutip dari Newsline Metro TV, Selasa, 5 Mei 2026.
 

Baca juga:
Melihat Kelengkapan Haji ESQ Tours 2026: Dari Koper Khusus Hingga Panduan Doa Digital


Klasifikasi Risiko Melalui MCU Ketat

Proses pengawalan kesehatan dimulai dengan tahapan Medical Check-Up (MCU) yang komprehensif setelah jemaah mendapat kepastian keberangkatan. Melalui tahapan ini, tim medis melakukan klasifikasi terhadap jemaah yang masuk dalam kategori risiko tinggi guna memberikan penanganan yang tepat sasaran.

"Tahun ini ada sekitar 800 lebih jemaah, kami bawa 12 tim dokter spesialis. Kita bagi ada tiga tahapan, diawali dengan MCU. Dari situ kita bisa mengklasifikasikan jemaah yang berisiko tinggi sehingga kita berikan treatment-treatment khusus," jelas dr. Sadi.

Komposisi tim medis tahun ini pun sangat lengkap, mencakup dokter spesialis kandungan, spesialis penyakit dalam, spesialis jantung, bedah, anestesi, hingga dokter umum. Keberagaman spesialisasi ini disiapkan untuk merespons berbagai keluhan kesehatan yang mungkin muncul di lapangan.

Inovasi Haji Fit

Salah satu tantangan besar yang disoroti dr. Sadi adalah masalah mobilitas jemaah. Ia mengungkapkan bahwa biaya bantuan pendorong kursi roda di tanah suci sangat tinggi karena aturan ketat dari otoritas setempat mengenai izin khusus.

"Kalau jemaah tidak bisa mobilitas sendiri, itu kalau menggunakan penyewa pendorong cukup mahal. Satu paket itu kalau ditotal hampir Rp16 juta karena orang yang bisa masuk ke Arafah harus orang yang punya izin khusus atau Nusuk," ungkapnya.

Menyikapi hal tersebut, dr. Sadi menginisiasi ide bertajuk Haji Fit untuk memastikan jemaah dari segala usia memiliki kekuatan fisik yang cukup. Hal ini berangkat dari keprihatinannya melihat calon haji berusia muda namun memiliki ketahanan fisik yang lemah.

"Kami pengen membuat jemaah itu fit, namanya Haji Fit. Bagaimana orang yang tidak bisa jalan bisa menjadi berjalan sebelum berangkat haji, atau yang bisa berjalan tetapi masih lemah bagaimana supaya kuat. Bukan karena umur ya, masih umur 30-40 banyak yang tidak kuat jalan," tambahnya.

dr. Sadi berpesan agar para jemaah berangkat dengan perasaan bahagia dan optimis. Ia memastikan timnya akan terbagi dalam empat kloter yang tersebar di wilayah Madinah, Makkah, hingga hotel transit untuk menjamin komunikasi yang solid.

"Imbauan saya khusus untuk jemaah ESQ Tours, berangkat dengan senang hati, yakin tim kami akan mendampingi dan bisa membantu semuanya. Mudah-mudahan pulang menjadi haji yang mabrur," tutupnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)