Dikejar ICC, Senator Filipina Ronald dela Rosa Kabur Usai Baku Tembak

14 May 2026 23:35

Senator Filipina Ronald dela Rosa dilaporkan melarikan diri dari kompleks Senat Filipina setelah sempat berlindung selama beberapa hari dari upaya penangkapan terkait surat perintah International Criminal Court (ICC).

Pemerintah Filipina melalui Wakil Menteri Claire Castro mengonfirmasi mantan Kepala Kepolisian Nasional Filipina itu telah meninggalkan gedung senat pada Kamis pagi dan keberadaannya kini tidak diketahui.

Dikutip dari tayangan Top News Metro TV, Kamis 14 Mei 2026, pelarian dela Rosa terjadi setelah baku tembak antara petugas keamanan internal senat dan agen Biro Investigasi Nasional (NBI) pada Rabu malam.

Berdasarkan investigasi awal, kericuhan dipicu saat petugas keamanan senat melepaskan tembakan peringatan ketika agen NBI datang untuk melakukan penangkapan terhadap dela Rosa. Situasi itu kemudian memicu tembakan balasan dari pihak NBI hingga menyebabkan kepanikan di kompleks Senat Filipina di Pasay.

Suasana mencekam sempat menyelimuti area gedung senat ketika suara tembakan terdengar di tengah upaya aparat menangkap senator tersebut.


Penangkapan Ronald dela Rosa merupakan tindak lanjut surat perintah ICC terkait dugaan keterlibatannya dalam pembunuhan sedikitnya 32 orang saat menjabat Kepala Polisi Nasional Filipina pada era pemerintahan Presiden Rodrigo Duterte.

Sementara itu, puluhan pendukung dela Rosa berkumpul di luar gedung senat pada Kamis pagi. Mereka menuntut agar proses hukum terhadap sang senator dilakukan di Filipina, bukan di luar negeri.

Aksi massa berlangsung dengan membawa bendera Filipina serta poster bergambar dela Rosa. Polisi juga membentuk barikade di sekitar kompleks senat yang masih ditutup pasca insiden penembakan.

ICC sebelumnya mencari Ronald dela Rosa atas dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan yang berkaitan dengan kebijakan perang melawan narkoba di era Duterte.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Reno Panggalih Nuha Lathifah)