Polri Evakuasi Warga Patah Tulang di Kawasan Terisolir Pulau Flores

26 August 2026 19:25

Korpolairud Baharkam Polri mengerahkan helikopter dan kapal laut untuk menjangkau wilayah terisolir, di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Operasi ini dilakukan untuk mempercepat evakuasi warga sakit terdampak bencana, sekaligus menyalurkan bantuan ke sejumlah pulau yang sulit diakses.

Dengan menggunakan helikopter Helibell 429, petugas mengevakuasi seorang warga di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, yang mengalami patah tulang. Warga tersebut segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Helikopter juga digunakan untuk mendistribusikan bantuan ke wilayah terdampak yang sulit dijangkau melalui jalur darat maupun laut.

Kapal Polri Jangkau 7 Kabupaten


Selain helikopter, Korpolairud Baharkam Polri mengerahkan Kapal KP Bima 7014 untuk mendukung evakuasi dan distribusi bantuan. Kapal tersebut menjangkau sejumlah wilayah terdampak gempa di Flores, yakni Sikka, Ende, Ngada, Nagekeo, Manggarai Barat, Manggarai, dan Manggarai Timur.

Operasi juga menyasar pulau-pulau kecil terluar, termasuk Pulau Palue di Sikka dan Pulau Papagarang di Manggarai Barat.

 

Kehadiran Polri dirasakan langsung oleh warga yang masih bertahan di pengungsian. Margaretha, salah seorang warga, mengaku terbantu dengan bantuan makanan dan minuman yang diberikan.

“Kami bersyukur dan berterima kasih atas bantuannya itu dari Polri. Kami berterima kasih untuk Bapak Polri yang sudah membantu kami dalam pengungsian ini,” ujar Margaretha dalam tayangan Breaking News Metro TV, Rabu 26 Agustus 2026.

Warga lainnya, Martinus, mengatakan dukungan Polri juga mencakup penyediaan tenda, konsumsi, air bersih, hingga trauma healing.

“Dengan kehadiran kepolisian, kami merasa terbantu. Baik dari tenda-tenda maupun persiapan, konsumsi dari BNPB, habis dari trauma healing yang disediakan oleh kepolisian, air bersih, semuanya terjamin,” katanya.

Polisi bersihkan gereja pascagempa


Selain distribusi bantuan dan evakuasi, polisi juga membantu pemulihan fasilitas umum. Di Kabupaten Ende, Kapolsek Wewaria Iptu Dence Jima bersama personel membersihkan Gereja Paroki Emanuel Welamosa.

Pembersihan dilakukan agar gereja kembali dapat digunakan masyarakat. Pastor Paroki Emanuel Welamosa, Romo Rudolf Eka, mengapresiasi keterlibatan polisi dalam kegiatan tersebut.

“Bersama orang muda dan juga tim Polsek Wewaria melakukan pembersihan pascabencana gempa bumi. Terima kasih untuk dukungan dan doa-doanya bagi kami,” ujar Romo Rudolf.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X