Cuaca panas ekstrem di Arab Saudi, khususnya di Makkah, menjadi perhatian serius bagi jemaah haji asal Indonesia. Suhu udara di Tanah Suci tercatat mencapai 40 derajat Celcius, pada 8 Mei 2025. Diprediksi bisa terus meningkat hingga 50 derajat Celcius selama puncak ibadah haji.
Suhu yang sangat tinggi ini tentu harus diwaspadai, karena berpotensi menyebabkan dehidrasi, heatstroke, hingga kelelahan fisik bagi para jemaah. Oleh karena itu, penting bagi jemaah haji untuk melakukan berbagai upaya perlindungan diri.
Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengenakan kacamata hitam untuk melindungi mata dari paparan sinar matahari langsung. Topi atau payung juga sangat dianjurkan untuk melindungi kepala dari terik yang menyengat.
Tak hanya itu, jemaah juga bisa membawa kipas
portable sebagai alat bantu untuk menyegarkan diri. Botol semprot air yang bisa diisi dengan air zamzam, agar wajah tetap lembap dan segar selama beraktivitas.
Untuk menjaga kesehatan kulit, penggunaan tabir surya atau
sunscreen sangat penting agar kulit tidak
terbakar sinar matahari. Tak ketinggalan, pemlembab bibir atau
lip balm juga disarankan untuk mencegah bibir kering atau pecah-pecah.
Kementerian Agama juga mengimbau jemaah untuk banyak minum air putih, menghindari terlalu lama berada di bawah matahari, serta mengatur aktivitas ibadah dengan bijak, agar tetap terjaga kondisi fisik selama di Tanah Suci.
Dengan persiapan yang matang dan perlengkapan yang memadai, diharapkan para jemaah haji asal Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan lancar, aman, dan sehat meski di tengah cuaca ekstrem.
(Tamara Sanny)