29 September 2021 08:32
Saat muncul secara virtual dalam sidang pengadilan federal Brooklyn, New York pada tanggal 24 September lalu, CFO Huawei Meng Wanzhou menyatakan tidak bersalah atas tuduhan penipuan bank, namun sebagai bagian dari kesepakatan, Meng mengakui bahwa ia telah menyesatkan HSBC Holdings Plc tentang bisnis Huawei dengan Iran yang melanggar sanksi AS. Pada tanggal 25 September, Meng dibebaskan dan terbang kembali ke Tiongkok, di mana ia disambut dengan penuh kemenangan di Bandara Shenzhen. Tanggal 27 September, juru bicara Kemenlu Tiongkok Hua Chunying menyatakan bahwa 2 warga Kanada yakni Michael Kovrig dan Michael Spavor yang ditahan sejak akhir 2019, telah dibebaskan melalui pertukaran tahanan karena alasan kesehatan. PM Kanada Justin Trudeau mengonfirmasi bahwa Kovrig dan Spavor telah kembali ke Kanada pada tanggal 25 September dengan ditemani oleh Dubes untuk Tiongkok. Spavor ditahan pada bulan Desember 2019 atas tuduhan spionase, dan dijatuhi hukuman 11 tahun penjara, penyitaan aset pribadi sebesar 50 ribu RMB, dan akan dideportasi setelah selesai menjalani hukumannya.
Selain itu, pada tanggal 27 September lalu Gedung Putih juga mengklaim bahwa pembebasan 2 warga Kanada sama sekali ada hubungannya dengan pembebasan Meng Wanzhou. Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki mengatakan, keputusan mengizinkan Meng Wanzhou kembali ke Tiongkok merupakan masalah penegakan hukum independen yang diputuskan oleh Departemen Kehakiman AS.
Meng Wanzhou lahir di Chengdu, Sichuan pada tanggal 13 Februari 1972, rumah leluhurnya berada di daerah Pujiang, Provinsi Zhejiang. Putri sulung pendiri Huawei Ren Zhengfei tersebut menggunakan nama keluarga ibunya, dan saat ini menjabat wakil dewan direksi sekaligus CFO Huawei.