Bareskrim Polri Bongkar Pengoplosan LPG Bersubsidi di Sidoarjo

23 October 2026 21:28

Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri membongkar praktik pengoplosan Liquefied Petroleum Gas (LPG) bersubsidi berskala besar di Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Dalam pengungkapan kasus ini, polisi mengamankan tujuh orang dan menyita ribuan tabung gas serta peralatan pengoplosan.

Para pelaku menjalankan modus operandi dengan memindahkan isi LPG tabung 3 kilogram bersubsidi ke dalam tabung non-subsidi ukuran 12 kilogram dan 50 kilogram. Dari tujuh orang yang ditangkap, dua di antaranya telah resmi ditetapkan sebagai tersangka.

Praktik pengoplosan ini diketahui telah berlangsung sejak Juni 2026 dan sempat berpindah-pindah lokasi guna menghindari deteksi kepolisian. Dalam satu bulan, fasilitas ilegal tersebut mampu memproduksi sekitar 2.400 tabung LPG ukuran 12 kilogram dan 40 tabung ukuran 50 kilogram.

Gas hasil pengoplosan tersebut didistribusikan ke berbagai wilayah, mulai dari Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga Nusa Tenggara Timur (NTT). Selama empat bulan beroperasi, tindakan ilegal ini diperkirakan menimbulkan potensi kerugian negara mencapai Rp2,1 miliar.

Dari lokasi penggerebekan, petugas menyita barang bukti berupa 1.800 tabung gas berbagai ukuran, 50 selang regulator, serta empat unit kendaraan operasional.

Tim penyidik Bareskrim Polri saat ini fokus mendalami alur pasokan LPG 3 kilogram bersubsidi yang bisa terkumpul dalam jumlah sangat besar di gudang pengoplosan tersebut.

"Tentunya dari mana sumbernya karena apa subsidi itu sudah ada alamat pangkalannya kemudian berapa jumlah kepala keluarga yang berhak mendapatkan di situ. Akan tetapi faktanya adalah terlihat di gudang ini tersimpan sangat banyak," ujar penyidik di lokasi.

Penyidik menegaskan akan terus mempelajari bukti dan mengumpulkan keterangan saksi untuk membongkar asal-usul pasokan yang diterima para pelaku.

"Jadi kami penyidik akan mempelajari akan mencari bukti-bukti keterangan saksi dan sebagainya dari mana mereka pelaku-pelaku,” lanjutnya.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X