Ajang Superprix 2026 Resmi Berakhir, 190 Pembalap Guncang Sirkuit Mijen Semarang

26 October 2026 09:21

Semarang: Ajang balap motor bergengsi Superchallenge Superprix 2026 mencapai puncaknya di Sirkuit Mijen, Kota Semarang, Jawa Tengah. Setelah melintasi lima kota sejak April lalu, sebanyak 190 pembalap turun di seri final untuk memperebutkan gelar juara umum.

Rangkaian kejuaraan balap motor bergengsi Superchallenge Superprix 2026 resmi berakhir dengan sukses. Kompetisi yang berlangsung sepanjang lima seri ini telah bergulir sejak April hingga puncaknya pada Oktober 2026.

Perjalanan panjang ajang balap nasional ini dimulai dari Kota Tasikmalaya, berlanjut melintasi Boyolali, Malang, Surabaya, hingga akhirnya tiba di destinasi penutup, Sirkuit Mijen, terpilih menjadi venue pemungkas yang menguji ketangguhan para pembalap di seri pamungkas tersebut.

Antusiasme masyarakat dan pecinta otomotif begitu tinggi. Ribuan penonton memadati arena Sirkuit Mijen untuk menyaksikan secara langsung aksi para pembalap terbaik dari berbagai penjuru Indonesia yang saling sikut demi mengamankan gelar juara umum.

Pada seri final ini, persaingan berlangsung sengit dengan keterlibatan sebanyak 190 pembalap. Mereka berkompetisi dalam 13 kelas yang terbagi ke dalam 4 kategori Utama, yaitu, kategori expert, novice, special class, dan juga supporting class.

Ketua Penyelenggara Superprix 2026, Mariachi Hunawan mengatakan, penyelenggaraan seri final ini dinilai sukses karena jumlah peserta dan antusiasme penonton tetap tinggi. Berbeda dari seri akhir sebelumnya yang biasanya mulai mengalami penurunan jumlah peserta. Mariachi menyampaikan harapan, ajang ini dapat melahirkan pembalap-pembalap baru yang mampu bersaing di kancah internasional.

Mariachi menambahkan, Sirkuit Mijen dipilih sebagai lokasi seri penutup tahun ini dikarenakan faktor lintasan yang permanen serta kualitas fasilitas pendukung yang dinilai sangat baik.

Juara Umum


Sementara itu, pembalap dari tim SAE yang juga merebut juara umum kelas 2-t underbone, Alfi Husni mengatakan, bermain di bawah lampu penerangan malam hari menjadi salah satu tantangan tersendiri. Berkat adaptasi yang baik, ia mampu mengatasi situasi tersebut dengan optimal.

Pembalap asal Jawa Barat itu menambahkan, karakter Sirkuit Mijen memiliki perbedaan yang mencolok dibanding sirkuit di kota lain. Aspal di Sirkuit Mijen memiliki tekstur yang jauh lebih kasar dan menjadi tantangan tersendiri bagi dirinya. Suksesnya ajang Superchallenge Superprix 2026 ini tidak hanya menjadi panggung pembuktian bagi para pembalap senior, tetapi juga menjadi wadah penting dalam melahirkan talenta-talenta muda berbakat di dunia balap motor Tanah Air. (Ica Ervina)

(Wijokongko)


Close Ads X
Close Ads X