Apa Itu Desil? Benarkah Desil 1 Miskin dan Desil 10 Kaya?-Edukasi Ekonomi

Eko Nordiansyah • 8 September 2026 15:14

Jakarta: Pernah melihat istilah Desil 1, Desil 5, atau Desil 10 saat mengecek data bantuan sosial? Istilah ini belakangan semakin sering dibicarakan. Tak sedikit yang menganggap Desil 1 berarti miskin dan Desil 10 berarti kaya. Namun, sebenarnya apa arti desil?

Desil merupakan pembagian masyarakat ke dalam 10 kelompok berdasarkan tingkat kesejahteraan. Pembagian ini digunakan untuk melihat posisi kesejahteraan masyarakat, mulai dari kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah hingga paling tinggi.

 

Memahami Desil 1 sampai 10

Secara sederhana, masyarakat dibagi menjadi 10 kelompok dengan urutan tingkat kesejahteraan. Semakin kecil angka desil, semakin rendah tingkat kesejahteraannya. Sebaliknya, semakin besar angka desil, semakin tinggi tingkat kesejahteraannya.

  • Desil 1: 10 persen kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.
  • Desil 2: kelompok dengan tingkat kesejahteraan di atas Desil 1.
  • Desil 3: kelompok dengan tingkat kesejahteraan di atas Desil 2.
  • Desil 4: kelompok yang masih berada dalam kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif rendah.
  • Desil 5: berada di tengah pembagian tingkat kesejahteraan.
  • Desil 6–10: kelompok dengan tingkat kesejahteraan yang semakin tinggi.

Namun, perlu dipahami bahwa desil tidak secara otomatis menjadi label “miskin” atau “kaya”. Desil menunjukkan posisi relatif tingkat kesejahteraan suatu keluarga dibandingkan kelompok lainnya.

Apa Kaitannya dengan Bansos?

Desil juga digunakan dalam penentuan sasaran sejumlah program bantuan sosial. Berdasarkan data Cek Bansos Kemensos, keluarga yang berada dalam Desil 1 sampai 4 dapat diusulkan untuk menerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako.

Sementara itu, Desil 5 dapat diusulkan menjadi peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK). Sedangkan Desil 6 sampai 10 secara umum bukan menjadi prioritas untuk bansos rutin.

Meski demikian, desil bukan satu-satunya penentu seseorang mendapatkan bantuan. Setiap program memiliki kriteria dan persyaratan masing-masing.

Desil Tidak Hanya Ditentukan dari Penghasilan

Penentuan tingkat kesejahteraan juga tidak hanya melihat berapa besar penghasilan sebuah keluarga. Data yang digunakan dapat mencakup berbagai kondisi sosial ekonomi, seperti:

  • kondisi tempat tinggal;
  • pendidikan;
  • pekerjaan;
  • kesehatan;
  • kepemilikan aset; dan
  • kondisi sosial ekonomi keluarga.

Data dan klasifikasi kesejahteraan tersebut dikelola dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), dengan Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam pengelolaan dan penetapan klasifikasi kesejahteraan.

 

Apakah Desil Bisa Berubah?

Desil bukanlah label yang berlaku selamanya. Kondisi sosial dan ekonomi sebuah keluarga dapat berubah sehingga data kesejahteraannya juga perlu diperbarui.

Jika data dirasa tidak sesuai, perubahan tidak serta-merta dilakukan hanya dengan datang ke kantor desa atau kelurahan. Data perlu melalui proses pemutakhiran dan verifikasi untuk kemudian diproses dalam DTSEN.

Nah, sekarang jadi lebih paham bahwa desil bukan sekadar angka yang menentukan seseorang miskin atau kaya. Desil merupakan pembagian tingkat kesejahteraan masyarakat ke dalam 10 kelompok dan dapat menjadi salah satu dasar dalam menentukan sasaran program pemerintah. Jadi, jangan buru-buru menyimpulkan status ekonomi seseorang hanya dari angka desilnya.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com. 

(Sofwa Najla Tsabita Sunanto)

(Zein Zahiratul Fauziyyah)


Close Ads X
Close Ads X