Gerakkan Ekonomi Rakyat, BGN Dorong SPPG Beli Bahan Baku di Pasar Tradisional dan Petani Lokal

13 January 2026 10:13

Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) resmi meluncurkan program 'Nglarisi Pasar dan Petani' digelar di Pasar Tumenggungan Kebumen sebagai bagian dari implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam program ini, anggaran yang dialokasikan untuk Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, diperkirakan mencapai Rp2 triliun per tahun.

Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa besarnya anggaran ini ditujukan untuk menggerakkan rantai ekonomi masyarakat bawah dengan mewajibkan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berbelanja di pasar tradisional.

Program 'Nglarisi Pasar' bertujuan mendorong SPPG untuk membeli seluruh bahan baku makanan dari pasar tradisional dan produk pertanian lokal. Dengan cara ini, hasil pertanian daerah dapat terserap secara maksimal dan ekonomi kerakyatan di tingkat lokal dapat terus berputar.
 

Baca juga: Usai Viral Dekat Kandang Babi, Dapur SPPG di Sragen Dipindahkan

Di Kabupaten Kebumen sendiri, direncanakan akan berdiri sekitar 200 titik SPPG. Setiap unit SPPG nantinya akan melayani kebutuhan gizi bagi 2.000 hingga 3.000 penerima manfaat.

Dadan menjelaskan rincian pengelolaan dana untuk setiap unit SPPG yang berkisar antara Rp10 hingga Rp11 miliar per tahun dengan 70% dialokasikan untuk pembelian bahan baku, 20% biaya pperasional, dan 10% insentif investor.

Dengan adanya 200 unit SPPG yang masing-masing mengelola dana miliaran rupiah, total perputaran uang di sektor pangan dan pasar tradisional di Kebumen akan sangat masif. Langkah ini diharapkan tidak hanya memperbaiki status gizi anak-anak, tetapi juga menjadi solusi bagi kesejahteraan petani dan pedagang pasar di Jawa Tengah.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)