Ramadan Datang, Dompet Jangan Tumbang! Ini Cara Atur Keuangan Agar Tetap Aman-Edukasi Ekonomi

Ade Hapsari Lestarini • 25 February 2026 11:54

Jakarta: Banyak orang mengira pengeluaran selama Ramadan akan menurun karena frekuensi makan berkurang. Namun pada kenyataannya, justru tidak sedikit yang merasa pengeluaran menjadi lebih besar selama bulan puasa.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) bahkan pernah mencatat inflasi meningkat saat Ramadan, yang menunjukkan adanya kenaikan harga sejumlah kebutuhan. Kondisi ini membuat masyarakat perlu lebih cermat dalam mengatur keuangan agar tidak mengalami pembengkakan pengeluaran.

Mulai dari agenda buka bersama, pembelian takjil berlebih, hingga belanja kebutuhan Lebaran seperti pakaian dan hampers, semuanya bisa membuat anggaran membengkak jika tidak direncanakan dengan baik sejak awal. Karena itu, penting untuk menyusun strategi keuangan agar Ramadan tetap berjalan tenang tanpa tekanan finansial.

Cara Mengatur Keuangan Selama Ramadan

1. Membuat Anggaran Khusus Ramadan


Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah menyusun anggaran khusus. Salah satu metode yang bisa digunakan adalah metode 50-30-20, yaitu:
  • 50 persen untuk kebutuhan pokok
  • 30 persen untuk keinginan seperti buka bersama atau belanja
  • 20 persen untuk tabungan dan sedekah
Agar lebih disiplin dalam menabung, bisa memanfaatkan fitur auto-debet sehingga dana tabungan otomatis terpotong secara berkala.

2. Belanja Secara Bertahap


Disarankan untuk tidak menunda belanja hingga mendekati Ramadan karena harga biasanya mulai meningkat.

Mulailah dengan membeli bahan makanan tahan lama seperti beras, minyak, gula, dan kurma. Sementara bahan segar bisa dibeli mendekati waktu penggunaan. Untuk pakaian Lebaran, periode pertengahan Ramadan sering menjadi waktu yang lebih ideal untuk berbelanja.

Selain itu, memanfaatkan promo dan cashback juga dapat membantu menghemat pengeluaran.

3. Menyiapkan Dana Sedekah


Ramadan juga merupakan momen untuk berbagi. Karena itu, penting untuk menyiapkan anggaran khusus untuk zakat, infak, dan sedekah.

Jika terasa berat untuk membayar sekaligus, metode harian bisa menjadi solusi, misalnya menyisihkan Rp10 ribu per hari. Cara ini ringan dilakukan namun tetap memberikan dampak yang besar jika dilakukan secara konsisten. Saat ini pembayaran zakat juga semakin mudah karena dapat dilakukan secara online melalui mobile banking.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)