Kemiskinan Ekstrem 0% Diprioritaskan di 88 Kabupaten/Kota

13 May 2026 22:00

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menargetkan angka kemiskinan ekstrem di Tanah Air mencapai nol persen pada 2026. Pemerintah telah menetapkan 88 kabupaten dan kota sebagai prioritas pengentasan kemiskinan. 

"Ada 88 kabupaten kota yang akan menjadi prioritas pengentasan kemiskinan, supaya 88 kabupaten kota ini segera menjadi konsentrasi dari kementerian-kementerian dan lembaga agar kemiskinan ekstrem nol persen 2026 ini bisa terwujud dan tercapai," ujar Cak Imin dalam tayangan Prioritas Indonesia Metro TV, Rabu 13 Mei 2026. 

Pemerintah juga menargetkan angka kemiskinan nasional turun menjadi lima persen pada 2029. Untuk itu, Presiden Prabowo Subianto tengah menyiapkan sejumlah kebijakan khusus untuk mempercepat penurunan angka kemiskinan. Kebijakan ini nantinya akan diumumkan langsung oleh Presiden.




Dalam kesempatan itu, Cak Imin juga memaparkan perkembangan angka kemiskinan nasional pada 2024. Angka kemiskinan nasional berada di level 8,57 persen, turun menjadi 8,25 persen pada 2025. Pemerintah kini juga menargetkan angka kemiskinan nasional turun menjadi 7,36 persen pada 2026. 

Sebelumnya,  Cak Imin mengungkapkan jumlah penduduk miskin ekstrem di Indonesia kini tersisa 2,2 juta orang. Jumlah ini, kata Cak Imin turun signifikan dari sebelumnya 3,56 juta orang

"Sehingga penduduk miskin ekstrem kita menjadi berjumlah 2,2 juta orang dari sebelumnya 3,56 juta orang. Ini patut kita syukuri, sekaligus kita masih memiliki tanggungan 2,2 juta dari yang sebelumnya 3,56 juta orang," kata Cak Imin saat memimpin Rapat Tingkat Menteri (RTM) Evaluasi Capaian Pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 di Menara BP Jamsostek, Jakarta, Selasa, 28 April 2026. 

Dirinya menjelaskan secara persentase angka kemiskinan ekstrem juga mengalami penurunan dari 1,26 persen pada Maret 2024 menjadi 0,78 persen pada September 2025. Sekitar 0,48 persen penduduk miskin ekstrem disebut telah naik kelas.

"Ini patut kita syukuri, sekaligus kita masih memiliki tanggungan 2,2 juta dari yang sebelumnya 3,56 juta orang," ujar Cak Imin. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Reno Panggalih Nuha Lathifah)