Metro Community - Komunitas di Bogor Gelar Edukasi Konservasi Satwa Liar Setiap Pekan

20 June 2026 12:28

Kota Bogor tidak hanya menjadi magnet bagi wisatawan karena kuliner dan keindahan alamnya, tetapi kini juga menjadi pusat berkembangnya gerakan edukasi satwa liar. Sejumlah komunitas pencinta satwa di wilayah ini secara rutin mengadakan kegiatan edukasi dan pameran untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian fauna dan lingkungan hidup.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk berinteraksi langsung dengan berbagai jenis hewan, mulai dari reptil seperti ular piton dan iguana, kadal, hingga mamalia kecil seperti musang. Tak hanya sekadar melihat, pengunjung juga dibekali informasi mendalam mengenai karakter, perilaku, habitat asli, serta cara memperlakukan hewan-hewan tersebut dengan benar.

Perwakilan komunitas menyatakan bahwa inisiatif ini bukan hanya ajang berkumpulnya para pecinta hewan, melainkan ruang pembelajaran bagi khalayak umum, terutama anak-anak. Tujuannya adalah untuk menumbuhkan rasa peduli terhadap satwa sejak dini agar kesadaran akan pentingnya menjaga ekosistem dapat terjaga hingga generasi mendatang.

"Kita rutin mengadakan edukasi seminggu sekali, biasanya di pagi atau sore hari. Kami memiliki tim yang bertugas memberikan pemahaman kepada warga tentang hewan-hewan yang mungkin bagi orang awam dianggap asing atau menakutkan," ujar salah satu anggota komunitas satwa Bogor, Deril, yang dikutip Selamat Pagi Indonesi pada Sabtu, 20 Juni 2026.
 

Baca juga: Metro Community: Menambah Wawasan Urban Farming dari Penyuluh Pertanian Kementan

Selain pengenalan jenis satwa, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi warga apabila menemukan hewan liar di sekitar lingkungan tempat tinggal. Masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan menangkap atau melukai satwa liar tersebut. Sebaliknya, mereka diajarkan langkah-langkah penanganan yang tepat agar tidak membahayakan manusia maupun satwa itu sendiri.

Antusiasme warga terlihat tinggi dalam setiap sesi yang digelar. Banyak pengunjung yang memanfaatkan kesempatan ini untuk berkonsultasi langsung dengan para pegiat satwa mengenai jenis-jenis hewan yang mereka temui di alam liar. Salah satu pengunjung, Sahal menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat positif, terutama dalam memberikan wawasan baru bagi anak-anak yang belum mengenal keragaman satwa.

"Kegiatan ini bagus sebagai sarana edukasi, apalagi untuk anak-anak yang belum mengenal hewan," ungkap Sahal.

Dengan adanya gerakan rutin ini, komunitas berharap hubungan antara manusia dan satwa liar dapat terjalin lebih harmonis. Edukasi dipandang sebagai langkah penting agar kesadaran konservasi tumbuh di tengah masyarakat luas demi menjaga keberlangsungan alam.

(Anggie Meidyana)