Gerak Cepat KSP Dudung Kawal Program Prioritas Presiden

15 September 2026 19:52

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman mengawal sejumlah program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam 100 hari pertama sejak dilantik pada 27 April 2026. Dudung langsung turun ke lapangan untuk memastikan program pemerintah berjalan dan dirasakan masyarakat.

Salah satu persoalan yang ditangani KSP berada di Way Kanan, Lampung. Sekitar 1.200 kepala keluarga dan 3.000 pekerja terancam kehilangan hasil panen tebu akibat kendala perizinan di kawasan hutan Register 44.

Lahan tebu seluas sekitar 5.000 hektare tersebut terkendala izin panen. KSP kemudian mempertemukan para pihak untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Hasilnya, petani memperoleh izin panen satu kali. Panen pun dapat dimulai dan potensi produksi sekitar 40.000 ton gula berhasil diselamatkan.

KSP juga turun menangani persoalan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pengawasan dilakukan untuk memastikan dapur MBG memenuhi standar kelayakan dan program berjalan sesuai tujuan.

Saat menemukan dapur MBG yang tidak memenuhi standar, KSP mengambil langkah korektif dengan menghentikan operasional satuan pelayanan pemenuhan gizi.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keselamatan anak-anak dan memastikan kualitas program MBG. Dudung menegaskan penggunaan anggaran program pemerintah harus terbuka kepada masyarakat.

"Uang rakyat, saya harus terbuka kepada rakyat, sehingga rakyat juga tahu ini penggunaannya tuh apakah betul-betul untuk menciptakan generasi-generasi penerus ke depannya," ujar Dudung dalam tayangan Prioritas Indonesia Metro TV, Selasa 15 September 2026. 

Menurut Dudung, keterbukaan tersebut penting untuk memastikan anggaran benar-benar digunakan sesuai tujuan pemerintah. Penggunaan uang rakyat harus mampu mendukung penciptaan generasi penerus.

"Ini penggunaannya tuh apakah betul-betul untuk menciptakan generasi-generasi penerus ke depannya," tegasnya.

Dudung menyebut upaya tersebut sejalan dengan harapan Presiden Prabowo dalam membangun Indonesia Emas 2045. Karena itu, pengawalan program prioritas dilakukan sejak sekarang.

"Indonesia Emas ke depan 2045 itu diciptakan dari mulai sekarang," pungkas Dudung.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X