Karhutla Kalteng Meluas, Asap Mulai Ganggu Pernapasan Warga

30 July 2026 20:27

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Tengah semakin mengkhawatirkan. Api yang membakar lahan gambut di kawasan Damang Gusstaf, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, terus meluas dalam dua pekan terakhir. 

Dikutip dari tayangan Metro Hari Ini Metro TV, Kamis 30 Juli 2026, kondisi lahan gambut yang kering serta tiupan angin kencang membuat kobaran api cepat merambat. Situasi tersebut tidak hanya memperluas area kebakaran, tetapi juga mengancam permukiman warga di sekitar lokasi serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan, khususnya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Kebakaran lahan gambut di kawasan Damang Gusstaf telah berlangsung sejak 17 Juli 2026 dan hingga kini masih sulit dikendalikan. Tim Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus berupaya memadamkan api yang membakar puluhan hektare lahan.

Sementara itu, dampak kebakaran mulai dirasakan masyarakat di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur. Kabut asap pekat disertai aroma menyengat menyelimuti sejumlah ruas jalan protokol hingga kawasan perairan Sungai Mentaya, terutama pada pagi hari.

Kondisi kualitas udara yang memburuk menyebabkan gangguan pernapasan bagi warga. BPBD Kabupaten Kotawaringin Timur mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan guna mengurangi paparan asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

Pemerintah daerah bersama tim gabungan terus melakukan upaya pemadaman untuk mencegah kebakaran meluas sekaligus meminimalkan dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X