Indonesia kembali menunjukkan taringnya di kancah ekonomi global melalui partisipasi aktif dalam World Economic Forum (WEF) 2026 yang berlangsung di Davos, Swiss, pada 19-23 Januari 2026. Dengan mengusung tema "A Spirit of Dialog", forum tahun ini menjadi sangat strategis bagi Indonesia, terutama dengan kehadiran langsung Presiden Prabowo Subianto yang dijadwalkan menyampaikan pidato kunci pada 22 Januari 2026.
Salah satu daya tarik utama delegasi Indonesia adalah kehadiran Paviliun Indonesia. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, menyebut paviliun ini sebagai etalase penting untuk mempromosikan potensi investasi dan kebijakan ekonomi nasional kepada dunia.
"Paviliun kita ini benar-benar terbuka. Respons tamu-tamu yang hadir sangat positif, mereka senang karena kita menampilkan rencana dan kebijakan Indonesia ke depan yang semakin terbuka, baik dari segi kebijakan (policy) maupun regulasi. Bahkan, banyak yang memuji kopi kita enak sekali, cocok dengan udara dingin Davos," ujar Rosan dalam wawancara eksklusif bersama Jurnalis Metro TV, Marselina Tumundo, di Davos.
Peluang Investasi dan Transisi Energi
Paviliun Indonesia menggelar sekitar 13 sesi diskusi panel yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya. Rosan mengungkapkan bahwa antusiasme investor global terhadap Indonesia sangat tinggi, terutama karena stabilitas pertumbuhan ekonomi dan performa pasar modal yang terus memecahkan rekor tertinggi.
Sejumlah perusahaan teknologi raksasa seperti NVIDIA, Microsoft, hingga produsen kendaraan listrik BYD turut hadir dan membahas peluang kerja sama, khususnya dalam bidang transisi energi, ketahanan pangan (food security), dan pengembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
"Besok rencananya akan ada penandatanganan kerja sama investasi dengan salah satu pihak dari Yordania. Ini proses yang sudah berjalan, dan kebetulan Crown Prince hadir di sini, jadi kita akan tanda tangan di sini," ungkap Rosan.
Danantara Curi Perhatian Global
Ajang WEF 2026 juga menjadi momen perdana bagi Danantara, Sovereign Wealth Fund (SWF) kebanggaan Indonesia, diperkenalkan secara luas. Rosan mengaku terkejut dengan respons positif dari para pemimpin dunia, termasuk Perdana Menteri Bahrain yang secara khusus meminta pertemuan untuk membahas potensi kolaborasi.
"Ternyata Danantara sudah didengar di kalangan Sovereign Wealth Fund global. Mereka kaget dengan size (aset) kita yang langsung besar dan sangat antusias untuk menjajaki kolaborasi investasi," tutur Rosan.
Kehadiran Presiden Prabowo Subianto setelah absennya pemimpin Indonesia di forum ini selama lebih dari satu dekade dinilai Rosan sebagai momentum emas. "Kehadiran Bapak Presiden mengangkat Indonesia ke level yang lebih tinggi. Beliau sangat aktif menjalin komunikasi dengan negara lain dan akan bertemu langsung dengan para pemimpin bisnis global. Ini membuat kerja kami dalam menarik investasi menjadi lebih mudah," pungkas Rosan.