NEWSTICKER

TGIPF Pastikan Usut Jaringan Bisnis di Tragedi Kanjuruhan

4 October 2022 21:57

Diduga terdapat jaringan bisnis yang memaksakan pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya untuk tetap diadakan pada malam hari. Hal tersebut menjadi salah satu yang akan diselidiki oleh Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) bentukan Menkopolhukam Mahfud MD.

Terungkap sebelumnya, Polres Malang meminta kepada Panpel untuk memajukan waktu pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya ke pukul 15.30 WIB dari semula pukul 20.00 WIB karena alasan keamanan. Namun, kurang dari sepekan PT Liga Indonesia Baru mengirim surat kepada klub Arema FC untuk berkordinasi dengan pihak Polres Malang yang menyebut laga digelar tetap sesuai jadwal yang telah ditentukan.      

"Ini kan masalahnya, beberapa minggu yang lalu di Surabaya sudah ada kejadian serupa, jadi ini tidak diantisipasi sebetulnya. Kalau pertandingan malam berpotensi kerusuhan, ya harusnya ada pengertian dari pihak penyelenggara," ungkap salah satu anggota TGIPF Anton Sanjoyo, Selasa (4/10/2022).

Hal berbeda disampaikan oleh Ketua Komdis PSSI Erwin Tobing, ia mengatakan pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya yang diadakan pada pukul 20.00 WIB tidak menjadi masalah. Menurutnya, ramainya suporter yang datang ke stadion membuat sepak bola Indonesia hidup, dan tidak mungkin pertandingan diadakan tanpa penonton.

"Boleh main di jam berapapun, dibebaskan, asal tidak ada kegiatan sensitif. Jadi itu tidak menjadi masalah. Pertandingan pun harus diadakan dengan adanya penonton, karena masyarakat kita sangat mencintai sepak bola," ungkap Erwin.

Ia juga menyebut masyarakat Indonesia sangat haus hiburan karena pandemi yang melanda selama tiga tahun terakhir. Pernyataan Erwin sebagai bentuk pembelaan terhadap komentar masyarakat yang terkesan menyalahkan waktu pertandingan yang sudah ditentukan oleh penyelenggara. 

Selain itu, Menkopolhukam Mahfud MD menegaskan bahwa TGIPF akan menyelesaikan kasus tersebut dalam waktu satu bulan.