1 February 2023 16:00
Realisasi produksi siap jual atau lifting migas 2022 masih jauh di bawah target. Kementerian ESDM melaporkan, realisasi lifting minyak 2022 hanya mencapai 612 ribu barel atau 87?ri target sebesar 703 ribu barel per hari.
Realisasi lifting 2022 bahkan lebih rendah dari tahun 2021 yang mencapai 660 ribu barel per hari.
Sementara lifting gas mencapai 955 ribu barel setara minyak per hari atau 92,18?ri target 1,003 juta barel setara minyak per hari. Demikian pula target investasi migas hanya mencapai USD13, 9 miliar dibanding target sebesar USD17 miliar.
Menurut Menteri ESDM Arifin Tasrif, lifting migas tidak mencapai target akibat penutupan fasilitas produksi yang tidak terencana, serta mundurnya jadwal produksi beberapa proyek akibat pandemi covid-19 dan proses peralihan hak partisipasi.
Beberapa proyek yang jadwal operasinya mundur, antara lain Indonesia Deepwater Development (IDD) di Kalimantan Timur, proyek gas lapangan abadi Blok Masela di Maluku, dan train 3 kilang LNG tangguh di Teluk Bintuni, Papua Barat.
Di sisi lain, pemerintah menyiapkan sejumlah upaya strategis untuk mendorong peningkatan produksi migas dengan target produksi satu juta barel minyak per hari dan 12 BSCFD gas pada 2030.
Upaya jangka pendek yang akan segera dilakukan, antara lain optimalisasi lapangan Banyu Urip, Jawa Timur dan pengeboran masif di Blok Rokan.