Pemerintah Perluas Cek Kesehatan Gratis Terintegrasi Tracing TB

20 October 2026 23:07

Pemerintah terus memperluas jangkauan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi masyarakat di berbagai daerah. Selain memantau kondisi kesehatan umum, program CKG kini dimanfaatkan sebagai pintu masuk utama untuk mempercepat deteksi dan pelacakan (tracing) kasus tuberkulosis (TB) secara terintegrasi di Indonesia.

Hingga 13 September 2026, tercatat lebih dari 96 juta orang telah menerima layanan Cek Kesehatan Gratis. Integrasi pelacakan TB ke dalam layanan CKG dilakukan mengingat tingginya beban kasus TB nasional. Data Kementerian Kesehatan pada 2024 mencatat terdapat sekitar 880.000 penderita TB di Indonesia dengan angka kematian mencapai 126.000 kasus.

Untuk menekan laju penularan, pemerintah menargetkan pelacakan TB terhadap 5,3 juta orang di lebih dari 53.000 lokasi yang tersebar di 38 provinsi sepanjang 2026. Jangkauan pemeriksaan diperluas ke berbagai kelompok dan lingkungan, mulai dari masyarakat umum, sekolah, pondok pesantren, hingga lembaga pemasyarakatan (lapas). Pemeriksaan medis tersebut ditunjang oleh fasilitas ronsen paru serta tes cepat molekuler.

Pemerintah juga menerapkan konsep one stop service, di mana seluruh alur penanganan mulai dari penapisan (screening), diagnosis, hingga pengobatan pasien diupayakan terintegrasi dalam satu fasilitas kesehatan.
 

 

Arahan Presiden dan Tantangan Pengobatan


Penguatan program eliminasi TB dan pelayanan kesehatan gratis merupakan instruksi langsung dari Presiden kepada Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin. Langkah ini diarahkan untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali, termasuk kelompok berisiko seperti warga binaan di lembaga pemasyarakatan.

"Pak Presiden meminta saya untuk dua program ini ya, satu adalah eliminasi TB, satu lagi program CKG yang gratis. Dan beliau pesannya, Pak Kes, ini harus dilakukan di seluruh masyarakat Indonesia, siapapun ya, termasuk warga binaan," ucap Budi Gunadi, dikutip dari tayangan Metro Hari Ini, Metro TV, Selasa, 20 Oktober 2026.

Di samping pelacakan dini, pemerintah menghadapi tantangan untuk memastikan pasien menjalani pengobatan hingga tuntas. Data Kemenkes per 13 September 2026 menunjukkan tingkat keberhasilan pengobatan TB sensitif obat baru mencapai 79 persen dari target 90 persen. Angka keberhasilan yang sama (79 persen) juga tercatat pada pengobatan TB resistan obat dari target yang ditetapkan sebesar 85 persen.

Sementara itu pada pilar pencegahan, pemberian terapi pencegahan TB (TPT) baru menjangkau 15,3 persen dari target nasional sebesar 80 persen. Melalui strategi integrasi CKG dan pelacakan TB ini, pemerintah berharap kasus TB dapat ditemukan lebih awal, pasien berobat hingga sembuh, penularan dapat ditekan, serta stigma terhadap penderita TB di masyarakat dapat terhapuskan.

(Nopita Dewi)


Close Ads X
Close Ads X