El Nino Jadi Tantangan Swasembada Pangan, Pakar IPB Dorong Inovasi Sumber Air Alternatif

20 October 2026 18:43

Jakarta: Fenomena El Nino menjadi salah satu tantangan dalam menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional. Kekeringan dan keterbatasan sumber air berpotensi mengganggu produksi pertanian sehingga diperlukan inovasi dan teknologi yang mampu beradaptasi dengan perubahan iklim.

Pakar Ekonomi Pertanian IPB, Prima Gandhi, mengatakan pemerintah perlu mendorong pengembangan teknologi pertanian, termasuk pemanfaatan sumber air alternatif dan benih unggul yang adaptif terhadap kondisi iklim.

“Ini memang harus ada inovasi-inovasi dan juga inovasi yang sifatnya dari universitas ataupun dari BRIN ataupun dari masyarakat sendiri yang ini bisa didorong oleh pemerintah,” kata Prima dalam tayangan Zona Bisnis Metro TV, Selasa 20 Oktober 2026. 

Menurut Prima, kerja sama Kementerian Pertanian dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mencari sumber air alternatif yang dapat dimanfaatkan petani merupakan langkah positif dalam menghadapi El Nino.

Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan benih unggul yang telah diteliti oleh perguruan tinggi di Indonesia. Benih dan teknologi tersebut perlu dikonsolidasikan serta disesuaikan dengan karakteristik wilayah agar dapat diterapkan secara tepat oleh petani.

“Jadi tugasnya ke depan adalah bagaimana bisa mengkonsolidasikan bibit-bibit, benih-benih teknologi yang adaptif terhadap iklim begitu dan bagaimana menghilirisasikannya kepada petani-petani kita. Itu pun harus sesuai dengan daerahnya,” ujarnya.

Prima menilai inovasi pertanian perlu didukung kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan petani. Dengan demikian, hasil riset tidak berhenti pada pengembangan teknologi, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk menjaga produktivitas pertanian di lapangan.

Selain tantangan iklim, Prima menyebut konsistensi kebijakan menjadi faktor penting dalam menjaga swasembada pangan secara berkelanjutan. Menurut dia, kebijakan yang telah dicanangkan perlu dipertahankan agar upaya memperkuat produksi pangan tidak terhambat oleh perubahan prioritas pembangunan.

“Kunci pokoknya kalau kita ingin berswasembada pangan secara berkelanjutan, political will dari pemimpin kita yaitu presiden kita,” kata Prima.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X