Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin mengancam kawasan permukiman setelah kobaran api merambat dan menghanguskan sedikitnya tiga unit rumah di Perumahan Batola Residen, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan.
"Untuk rumah warga di jalur sini ada sekitar dua rumah warga yang sudah mengalami kebakaran dan satu rumah warga di blok 12 tadi." kata Petugas Damkar, Arif Lukman Hakim, dikutip dari tayangan Metro Hari Ini, Metro TV, Kamis, 22 Oktober 2026.
Peristiwa tersebut memicu kepanikan warga di kompleks perumahan saat melihat lidah api berukuran besar kian mendekat. Warga berusaha menyelamatkan diri serta mengevakuasi harta benda mereka secara tergesa-gesa.
Terkendala Krisis Air, Petugas Padamkan Api Gunakan Ranting
Upaya pemadaman oleh tim pemadam kebakaran (
damkar) dan relawan di lokasi mengalami hambatan berat lantaran banyaknya titik api yang mengepung kawasan perumahan serta minimnya pasokan air.
Di tengah kondisi sumber air sekitar lokasi yang nyaris kering, sejumlah petugas terpaksa memadamkan serta melokalisir api menggunakan alat seadanya, yakni memukul kobaran api menggunakan ranting-ranting pohon.
Evakuasi Kelompok Rentan ke Titik Aman
Guna mengantisipasi bahaya
asap pekat dan ancaman rambatan api, para relawan memfokuskan penanganan pada evakuasi kelompok rentan, mencakup anak-anak, ibu-ibu, serta warga lansia, menuju area yang lebih aman di bagian depan kompleks perumahan.
"Saat ini relawan lagi mau evakuasi beberapa anak-anak dan ibu-ibu lansia khususnya untuk evakuasi ke titik aman bertepatan di depan komplek Batola Residen," ucap Arif.