18 March 2026 00:22
Arus mudik Lebaran 2026 semakin tinggi pada H-4, ditandai dengan kepadatan luar biasa di Stasiun Pasar Senen dan Terminal Purabaya. Gelombang mobilitas masyarakat ini diprediksi akan mencapai titik puncak tertingginya pada hari ini, Senin 18 Maret 2026.
Lautan Pemudik di Stasiun Pasar Senen
Di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, volume keberangkatan meroket tajam hingga menyentuh angka 24 ribu penumpang dalam sehari. Antusiasme massal ini membuat fasilitas ruang tunggu tak lagi mampu menampung kapasitas, sehingga banyak pemudik terpaksa duduk lesehan di lantai stasiun.
PT KAI Daop 1 Jakarta mencatat lebih dari 732 ribu tiket telah terjual dari total 1,3 juta tempat duduk yang disediakan. Tiket keberangkatan untuk periode mudik paling favorit, yakni 14 hingga 20 Maret 2026, dilaporkan sudah hampir habis terjual seluruhnya.
Di tengah kepadatan tersebut, Sekretaris Kabinet Merah Putih, Teddy Indra Wijaya, turun langsung meninjau operasional kereta kerakyatan di Stasiun Pasar Senen. Kereta ekonomi rute Pasar Senen-Lempuyangan ini merupakan wujud stimulus pemerintah dengan diskon 30 persen namun tetap menawarkan fasilitas setara kelas eksekutif.
Guna meredam potensi kekacauan akibat lonjakan penumpang, PT KAI telah menyiagakan personel ekstra dan terus mengoperasikan rangkaian kereta tambahan. Para pemudik sangat diimbau untuk tiba 1-2 jam lebih awal serta selalu waspada menjaga barang bawaan di tengah kerumunan yang rawan.
Lonjakan Penumpang Bus di Terminal Purabaya?
Pemandangan serupa juga terlihat di Terminal Purabaya, Sidoarjo, Jawa Timur, yang mulai dibanjiri puluhan ribu pemudik bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Tren lonjakan di terminal ini telah terasa sejak 13 Maret lalu, dengan jumlah penumpang harian naik dua kali lipat menjadi 40 ribu orang.
Pihak pengelola terminal memproyeksikan pergerakan penumpang akan terus merangkak naik hingga menyentuh 50 ribu orang pada puncak arus mudik. Sejauh ini, rute perjalanan menuju Yogyakarta dan Semarang tercatat mendominasi sebagai destinasi paling favorit bagi para pemudik di Jawa Timur.
Untuk mencegah penumpukan antrean penumpang yang terlantar, pengelola terminal telah berkoordinasi dengan berbagai Perusahaan Otobus (PO) guna menyiapkan armada tambahan. Posko terpadu yang dilengkapi fasilitas kesehatan dan keamanan juga telah disiagakan penuh untuk menjamin keselamatan pemudik hingga periode arus balik mendatang.