Melihat Perjalanan Suci Jemaah Haji Khusus Patuna Travel dari Arafah ke Baitullah

27 May 2026 22:20

Jemaah haji khusus dari Patuna Travel akhirnya menyelesaikan Wukuf di Padang Arafah, momen yang menjadi inti dan puncak dari seluruh rangkaian ibadah haji. Dalam suasana khusyuk dan penuh haru, para jemaah melanjutkan perjalanan spiritual menuju Muzdalifah hingga tiba di Masjidil Haram untuk menunaikan Tawaf Ifadah di hadapan Ka'bah sebagai bentuk penyempurnaan ibadah dan penyerahan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Suasana khusyuk dan penuh haru menyelimuti para jemaah saat menjalani Wukuf yang menjadi puncak ibadah haji. Perjalanan spiritual yang mendalam dirasakan jemaah melalui doa, zikir, dan muhasabah di Tanah Arafah.

“Wukuf dari segi bahasa itu artinya berdiam diri, atau berhenti dari aktivitas duniawi, kemudian mengharap dan bertaubat kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Makna secara hakiki, secara hakikat Wukuf di Padang Arafah itu tak ubahnya seperti kita dikumpulkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala nantinya di Padang Mahsyar.” kata Pembimbing Ibadah Haji Patuna Travel, Ustaz Edi Saputra Nasution, dikutip dari tayangan Primetime News, Metro TV, Rabu, 27 Mei 2026.
 

Baca juga: Strategi Patuna Travel Berangkatkan Seribu Peserta Haji Khusus ke Arafah Tanpa Kendala


Selesai Wukuf jemaah melanjutkan perjalanan menuju Muzdalifah untuk singgah menjalankan Mabit dengan memperbanyak zikir, berdoa, dan istighfar. Setelah itu jemaah menuju Masjidil Haram di Makkah untuk menunaikan Tawaf Ifadah, salah satu rukun haji yang menjadi momen sangat mendalam bagi para jemaah.

Dengan mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali, jemaah tampak larut dalam doa di depan Baitullah. Banyak jemaah memanjatkan harapan, ampunan, serta doa bagi keluarga di tanah air. Dalam kesempatan ini jemaah juga melakukan salat Iduladha di depan Baitullah.

Tawaf Ifadah menjadi simbol ketaatan dan penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah setelah melalui seluruh rangkaian berat ibadah haji. Rangkaian ibadah haji pun terus dilanjutkan dengan penuh kekhusyukan oleh para jemaah di Tanah Suci.

(Nopita Dewi)