Jadi Kepala BGN, Sudaryono Sebut MBG Seperti Pac-man

22 July 2026 15:36

Sudaryono resmi mengemban amanat baru sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Sudaryono mengibaratkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) seperti 'Pac-Man' karena memiliki besaran konsumsi yang sangat besar. Hal ini, menurutnya, harus disikapi dengan kesiapan pasokan pangan yang kuat, terutama pada komoditas telur dan ayam.

"MBG ini kan seperti 'Pac-Man', dia emerging market, dia punya satu besaran konsumsi yang cukup besar," ujar Sudaryono dalam tayangan Breaking News Metro TV, Rabu, 22 Juli 2026.

Sinergi antara BGN dengan Kementerian Pertanian (Kementan) akan terus diperkuat untuk memastikan rantai pasok dari petani dan peternak berjalan lancar. Ia berharap program ini menjadi solusi bagi masalah klasik petani, seperti anjloknya harga saat panen raya yang sering berujung pada aksi buang hasil tani.

"Dulu kita sering lihat ada mandi susu, ada orang buang-buang wortel, buang-buang apa, saat ini kan sampai sejauh ini Alhamdulillah itu tidak terjadi. Kalau memang ada satu dua permasalahan kita bereskan. Tugas pemerintah adalah mencari persoalan kemudian kita mencari jawabannya, mencari solusinya, yang kemudian solusinya itu bisa berdampak baik untuk seluruh masyarakat bangsa dan negara kita," pungkasnya. 
 

 

Lepas jabatan Wamentan

Sudaryono menegaskan bahwa dirinya telah meninggalkan posisi Wakil Menteri Pertanian (Wamentan). Merujuk pada pernyataan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), ia memastikan tidak ada tumpang tindih jabatan dalam penugasannya kali ini.

"Posisi Wamentan saya tinggalkan. Artinya kosong. Jadi bukan kemudian saya merangkap jabatan. Saya kira ini perlu untuk digarisbawahi," ujar Sudaryono.

Terkait siapa yang akan menggantikan posisinya di Kementerian Pertanian, Sudaryono menyerahkan sepenuhnya kepada keputusan Presiden Prabowo. 

Dalam memimpin BGN, Sudaryono menekankan pentingnya kerja sama tim ketimbang menonjolkan peran individu. Ia berencana segera melakukan asesmen internal bersama jajaran kepemimpinan lainnya, termasuk para wakilnya.

Sudaryono juga menyatakan keterbukaannya terhadap masukan konstruktif dari berbagai pihak, termasuk dari pendahulunya, Nanik S. Deyang, yang kini menjabat sebagai Dewan Pengawas. Ia mengakui adanya sejumlah persoalan di masa lalu yang perlu diperbaiki.

"Kita tidak menafikan bahwa memang ada persoalan, bahkan ada pelanggaran. Kita menyesalkan itu. Karena itu, kami ingin mendengar masukan konstruktif dari berbagai pihak. Tidak ada 'Superman', yang ada adalah 'Superteam'," ucapnya.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X