Sebuah komunitas pecinta otomotif di Yogyakarta membuktikan bahwa hobi tidak hanya sekadar kesenangan pribadi, tetapi juga bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Komunitas bernama Sedulur Rescue Yogyakarta, atau yang akrab disapa Serujaka, kini dikenal sebagai garda terdepan dalam aksi kemanusiaan dan evakuasi kebencanaan.
Berawal dari sekumpulan pemilik Jeep yang gemar melakukan aksi off-road, para anggota Serujaka kerap dimintai tolong oleh warga untuk mengevakuasi kendaraan yang mengalami kecelakaan di jalur pegunungan yang sulit dijangkau. Dari pengalaman itulah, wadah relawan resmi ini akhirnya dibentuk pada 14 April 2022.
Filosofi Persaudaraan dan Pertolongan
Nama "Serujaka" diambil dari kata Sedulur yang berarti saudara dan Rescue yang berarti pertolongan. Filosofi ini bukan sekadar nama, melainkan aksi nyata di lapangan. Martono, salah satu pengurus Serujaka, mengungkapkan bahwa motivasi utama komunitas ini adalah menjadikan hobi mereka bermanfaat bagi orang lain.
"Kita ingin dengan hobi (off-road) tersebut bisa bermanfaat bagi orang lain. Saat ini banyak kendaraan yang masuk jurang atau parit, kita bantu secara gratis karena kita murni relawan," kata Pengurus Serujaka, Martono, dikutip dari tayangan
Metro Community, Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Minggu, 9 Agustus 2026.
Komunitas ini membekali kendaraan mereka dengan peralatan evakuasi standar profesional, seperti winch (derek otomatis), strap dengan kekuatan tarik tinggi, hingga sistem double line untuk medan yang berat.
Menjangkau Medan Sulit hingga Luar Daerah
Meski berbasis di Kulon Progo, aksi Serujaka telah merambah ke berbagai wilayah lain seperti Purworejo, Kebumen, hingga Gunung Kidul. Berbagai kasus berat telah mereka tangani, mulai dari truk pengangkut pupuk yang terjebak di jalur sempit hingga evakuasi bus pariwisata yang sempat viral.
Proses evakuasi seringkali memakan waktu berjam-jam karena medan yang curam dan kondisi cuaca yang ekstrem. Terutama saat musim penghujan, intensitas panggilan bantuan meningkat tajam akibat jalanan yang licin dan rawan longsor.
Terbuka untuk Semua, Tanpa Harus Punya Jeep
Menariknya, meski identik dengan mobil Jeep, Serujaka tidak membatasi keanggotaan hanya untuk pemilik kendaraan 4x4. Syarat utama untuk bergabung adalah memiliki jiwa kemanusiaan dan kerelaan untuk bertugas kapan pun dibutuhkan, baik siang maupun malam.
Doni Yustanto, salah satu anggota, mengaku bergabung karena pernah merasakan sendiri bantuan dari
komunitas ini saat mengalami musibah di jalan raya. "Awalnya saya pernah ditolong juga, lalu saya pengin ikut karena kegiatannya positif. Selain menolong orang, kita juga tambah teman," kenangnya.
Dari 10 anggota awal yang bersertifikasi resmi Indonesian Offroad Federation (IOF), kini Serujaka telah berkembang pesat dengan lebih dari 60 anggota di seluruh wilayah DIY.
Apresiasi dari Basarnas
Aksi konsisten Serujaka mendapat apresiasi tinggi dari Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas). Koordinator Pos SAR Kulon Progo, Seto Satrio, menilai kehadiran relawan lokal seperti Serujaka sangat membantu kinerja pemerintah dalam merespons cepat laporan kecelakaan di wilayah yang sulit dijangkau kendaraan standar.
"Teman-teman Serujaka ini sangat membantu kami, terutama karena mereka memiliki sumber daya mobil off-road yang mumpuni. Mereka sering kita libatkan dalam operasi SAR sebagai salah satu potensi SAR kami," ucap Seto.
Kisah Serujaka menjadi pengingat bahwa
kepedulian sosial bisa tumbuh dari mana saja. Dari Kulon Progo, Yogyakarta, kita belajar bahwa sinergi antara hobi, ketangkasan, dan ketulusan dapat menjadi kekuatan kemanusiaan yang luar biasa.