Jakarta: Musim hujan tidak hanya berdampak pada kesehatan manusia, tetapi juga membawa ancaman serius bagi kesehatan hewan peliharaan di rumah. Tingginya kelembapan udara dan perubahan suhu yang ekstrem menjadi faktor utama berkembang biaknya berbagai virus serta bakteri patogen.
Ancaman pada Kucing dan Anjing
Penyakit yang paling sering ditemukan pada
kucing selama musim basah ini antara lain adalah Panleukopenia yang sangat menular dan mematikan. Gejala klinis utama yang wajib diwaspadai pemilik dari penyakit ini ditandai dengan diare parah dan muntah terus-menerus.
Selain itu, penyakit flu kucing juga kerap menyerang populasi kucing domestik maupun liar karena virus penyebabnya lebih mudah berkembang di kondisi lembap. Penurunan daya tahan tubuh akibat suhu dingin membuat hewan berbulu ini semakin rentan terinfeksi penyakit pernapasan tersebut.
Sementara itu, penyakit fatal yang sering muncul pada populasi anjing saat musim hujan adalah Parvovirus dan Distemper. Kedua jenis penyakit mematikan tersebut umumnya menyerang secara agresif ketika kondisi tubuh anjing sedang melemah akibat stres perubahan cuaca.
Selain itu, ada juga risiko penyakit Leptospirosis yang bisa menular dari hewan ke manusia. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri ini dapat menular melalui perantara tikus atau kotoran tikus, terutama di lingkungan yang tergenang air kotor.
Langkah Pencegahan
Para pemilik hewan peliharaan diimbau untuk lebih disiplin dalam memperhatikan kebersihan kandang dan sanitasi lingkungan sekitar agar bebas dari genangan air. Pemberian asupan nutrisi yang seimbang serta suplemen tambahan sangat diperlukan untuk menjaga stamina hewan tetap prima.
Langkah pencegahan medis melalui pemberian vaksinasi rutin juga dinilai sangat penting sebagai benteng pertahanan utama melawan infeksi virus. Kombinasi antara kebersihan lingkungan dan perlindungan medis menjadi kunci utama menjaga kesehatan hewan kesayangan selama musim hujan.
Jangan lupa saksikan
MTVN Lens lainnya hanya di
Metrotvnews.com.
(Daffa Yazid Fadhlan)