Petugas Keamanan Maroko Bentrok dengan Migran di Perbatasan Melilla

1 August 2026 10:44

Beni Ansar: Bentrokan dahsyat pecah di kawasan Beni Ansar, Maroko, setelah ratusan imigran terlibat saling serang dengan polisi dan pasukan keamanan Maroko. Insiden ini terjadi saat petugas berusaha menggagalkan upaya para migran yang mencoba menerobos masuk ke wilayah eksklave Melilla, Spanyol.

Dikutip dari Headline News Metro TV, Sabtu, 1 Agustus 2026, krisis migran ini kian memanas setelah wilayah eksklave Spanyol lainnya, Ceuta, juga dihantam lonjakan kedatangan migran yang belum pernah terjadi sebelumnya. 

Hampir 50 ribu orang dilaporkan nekat menyeberang dari Maroko dalam satu hari. Banyak yang melakukannya dengan cara berenang melewati penghalang perbatasan. Sebanyak 34 orang dilaporkan tewas imbas insiden tersebut.

Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, menyatakan pihaknya kini tengah berkoordinasi dengan Maroko untuk memulangkan puluhan ribu migran tersebut.
 



Kementerian Dalam Negeri Spanyol menyatakan angkatan bersenjata akan membantu Garda Sipil menjaga keamanan di Ceuta.

Awal bulan ini, Mahkamah Agung Spanyol memutuskan bahwa migran yang dihentikan di laut saat berusaha mencapai Ceuta atau Melilla tidak dapat langsung dipulangkan ke Maroko.

Kementerian Dalam Negeri Spanyol menuduh jaringan penyelundupan manusia memanfaatkan putusan tersebut untuk mendorong arus migran tanpa dokumen.

Sementara itu, Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, secara tegas menyatakan bahwa aksi penerobosan ilegal ini tidak dapat diterima, dan Uni Eropa tidak akan membiarkan siapa pun masuk di luar hukum yang berlaku.

(Gervin Nathaniel Purba)


Close Ads X
Close Ads X