100 Ribu Warga Palestina Salat Jumat di Al-Aqsa di Tengah Pembatasan Ketat

28 February 2026 12:40

Ratusan ribu umat Muslim Palestina tetap memadati Masjid Al-Aqsa untuk melaksanakan ibadah salat Jumat kedua di bulan suci Ramadan, meskipun harus menghadapi ketegangan akibat pembatasan ketat dan pemeriksaan berlapis oleh pasukan Israel. 

Sejak Jumat pagi, 27 Februari 2026, ribuan warga Palestina terlihat membentuk antrean panjang di pos pemeriksaan Kalandia, sebelah utara Yerusalem. Mereka berupaya menyeberang demi bisa melaksanakan salat Jumat di Masjid Al-Aqsa, namun banyak dari mereka yang akhirnya terpaksa dipulangkan.

Pasukan Israel memberlakukan penjagaan sangat ketat di sepanjang area perbatasan dan menilai banyak warga tidak memenuhi syarat izin masuk yang kini kian sulit didapatkan. Sejumlah jemaah mengeluhkan proses perizinan yang dinilai tidak masuk akal, termasuk larangan melintas bagi jemaah lanjut usia (lansia) tanpa alasan yang jelas.
 

Baca juga: Trump Desak Deportasi Dua Perempuan Muslim Anggota Kongres AS

Selain pemeriksaan fisik yang ketat, masalah kuota izin selama bulan Ramadan juga menjadi kendala utama bagi masyarakat Palestina di wilayah Tepi Barat. Warga yang berasal dari Nablus dan Hebron mengaku hanya mendapatkan satu kali izin masuk selama satu bulan suci. Kebijakan ini menyebabkan mereka tidak memiliki kesempatan untuk kembali beribadah di Masjid Al-Aqsa pada minggu-minggu berikutnya selama Ramadan. 

Berdasarkan laporan media setempat, diperkirakan sekitar 100.000 jemaah berhasil memasuki kompleks Al-Aqsa untuk beribadah. Meskipun jumlah jemaah mencapai angka ratusan ribu, total tersebut disebut jauh lebih kecil dari yang seharusnya. Hal ini disebabkan karena ribuan orang lainnya dipaksa putar balik oleh aparat keamanan di berbagai pos pemeriksaan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)