20 November 2025 14:20
Penobatan Kepala Suku ini di laksanakan di Taman Gisi Oyehe Nabire, pada Rabu, 19 November 2025. Lokasi ini merupakan bekas kampung tua Suku Wate pada jaman dahulu kala.
Suku Wate merupakan salah satu dari Enam suku pemilik hak ulayat wilayah Nabire, yang saat ini telah menjadi ibu kota Propvinsi Papua Tengah.
Untuk Memimpin suku Wate pada periode lima tahun sejak 2025 hingga 2030 mendatang, para Tetua Adat menobatkan Kepala Suku. Acara penobatan Kepala Suku ini di hadiri Forkopimda Provinsi Papua Tengah, dan Forkopimda Kabupaten Nabire.
Penobatan dilakukan dengan sebelumnya calon Kepala Suku terpilih, Otis Money, di arak oleh warga Suku Wate dari kampung Samabusa Distrik Teluk Kimi, masuk ke dalam kota Nabire, di Lokasi pelaksanaan penobatan.
Calon Kepala Suku Wate Otis Money, di arak oleh ratusan orang warga yang menggunakan kostum budaya Suku Wate, sambil membawa bendera merah putih.
| Baca juga:
Sosok Perempuan Bakal Perkuat Tim Komisi Reformasi Polri, Ini Bocorannya |
Saat tiba di lokasi penobatan, warga pengarak calon Kepala Suku, melakukan aksi tari tarian secara bersama sama, sebagai tanda kegembiraan, dan ucap syukur, atas kehadiran seorang pemimpin suku.
Acara penobatan Kepala Suku Wate ini, di awali doa bersama, dan di terukan dengan di nyanyikannya lagu kebangsaan Indonesia Raya, oleh seluruh hadirin peserta acara penobatan.
Penobatan kemudian di lakukan oleh para tetua adat Suku Wate, yang di tandai dengan pemasangan mahkota budaya asli pada Kepala Suku Wate terpilih Otis money.
Kepala Suku yang baru saja di nobatkan Otys Money mengatakan, sebagai kepala suku pemilik ulayat tanah Nabire, dirinya mengajak seluruh warga masyarakat dari Sabang sampai Merauke yang mendiami wilayah Nabire, untuk menjadikan Nabire sebagai rumah bersama, dan secara bersama sama pula, menjaga wilayah ini, tetap berada dalam kondisi aman.
Kepala Suku Otys Money juga mengatakan Suku Wate nantinya tetap mendukung pemerintah untuk melaksanakan berbagai proses pembangunan di Wilayah Nabire.