30 October 2026 09:33
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Kota Palembang, Sumatra Selatan, kini mulai berangsur menipis seiring turunnya hujan. Kondisi ini membawa kelegaan bagi masyarakat setempat, sekaligus memulihkan kembali aktivitas perekonomian dan para pekerja yang sempat terganggu.
Berdasarkan laporan langsung jurnalis Metro TV Emir Hamzah dikutip dari Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Jumat, 30 Oktober 2026, jarak pandang di Kota Palembang telah membaik secara signifikan. Saat kabut asap mencapai puncaknya, jarak pandang sempat menyusut hingga tersisa 500 meter. Kini, jarak pandang di jalan raya telah melonjak jauh menjadi sekitar 4 ribu hingga 5 ribu meter.
Membaiknya visibilitas tersebut mendorong aktivitas pekerja di berbagai sektor kembali berjalan normal. Sebelumnya, pekatnya asap karhutla sempat membuat sebagian sektor swasta membatasi jam kerja hingga memberlakukan kebijakan bekerja dari rumah (work from home).
Dampak pemulihan ini juga sangat dirasakan oleh para pekerja lapangan, khususnya pengemudi ojek daring (driver online). Saat kabut asap masih tebal, pendapatan mereka merosot drastis akibat kekhawatiran terhadap gangguan pernapasan. Kini, para pengemudi sudah kembali beroperasi secara leluasa sejak pagi hingga sore hari.
Kendati udara luar terasa lebih segar dan pemandangan kian cerah, masyarakat tetap diimbau waspada. Pasalnya, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) PM2.5 di Kota Palembang masih berada pada kategori tidak sehat, yakni di kisaran angka 170. Sebagai langkah mitigasi kesehatan, para pekerja dan pengendara diimbau tetap konsisten mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.