Partai NasDem Kenalkan Dunia Politik pada Pelajar Lewat Program Remaja Bernegara

10 October 2026 14:02

Edukasi politik dan ketatanegaraan bagi generasi muda kini dikemas secara interaktif melalui program Remaja Bernegara angkatan ke-30 di NasDem Tower, Jakarta. Puluhan pelajar dari berbagai daerah diajak merasakan pengalaman langsung menjadi wakil rakyat dengan menggelar simulasi rapat komisi, badan musyawarah, hingga rapat paripurna.

Metode praktik langsung ini dipilih agar pemahaman siswa terhadap sistem politik menjadi lebih kuat dan mudah diingat dibandingkan pembelajaran teori di dalam kelas. Selain menjalankan simulasi sidang parlemen, para peserta juga diajak mengelilingi Museum NasDem Tower untuk mempelajari sejarah perjuangan pahlawan Indonesia. Pembekalan sejak usia remaja ini diharapkan dapat membentuk karakter generasi muda yang melek politik, kritis, serta siap menjadi agen perubahan bangsa.

Memahami Proses Lahirnya Kebijakan Publik

Anggota DPRD Provinsi Banten sekaligus panelis program, Agus Maulana, menjelaskan bahwa simulasi ini bertujuan memberikan pemahaman utuh mengenai proses lahirnya suatu undang-undang atau kebijakan publik.

"Mereka agar paham ya bagaimana sebuah produk politik atau kebijakan itu diambil. Karena sebuah proses itu kan mereka harus paham juga kenapa kebijakan A ini muncul, kenapa kebijakan B itu muncul. Dengan simulasi ini mereka paham, ternyata seperti ini cara membuat sebuah produk undang-undang atau sebuah kebijakan,” ujar Agus Maulana dalam tayangan Headline News Metro TV, Sabtu, 10 Oktober 2026.


Melatih Keberanian Menyuarakan Aspirasi

Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya diajar memahami struktur pemerintahan, tetapi juga dilatih untuk berani menyuarakan aspirasi masyarakat secara terstruktur dan santun. Para pelajar diajak bersimulasi menjadi kelompok penekan (pressure group) maupun kelompok kepentingan untuk memperjuangkan isu-isu publik.

"Ketika mereka memiliki ide, memiliki sebuah keresahan ketika melihat di masyarakat, bagaimana mereka harus memberikan masukan kepada DPR, mereka bisa memobilisasi orang-orang yang kira-kira satu ide, lalu kemudian mereka juga bisa menyampaikannya secara baik kepada para pemangku kebijakan," terang Agus.

Ia menambahkan bahwa edukasi demokrasi sejak dini ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga serta kesadaran berbangsa di kalangan generasi muda.

"Yang paling penting lagi mereka agar tumbuh kebanggaan sebagai warga Indonesia bahwa menjadi demokrasi itu sesuatu yang menarik dan sesuatu yang keberkahan buat Indonesia," pangkasnya.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X