PT Pertamina (Persero) terus mengintensifkan langkah penguatan pasokan dan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) guna mengurai fenomena antrean kendaraan di sejumlah daerah. Upaya penanganan ini dieksekusi melalui penambahan armada mobil tangki beserta awaknya, peningkatan volume pasokan, hingga perpanjangan jam operasional Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) menjadi 24 jam.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan bahwa pemulihan kelancaran distribusi BBM saat ini menjadi prioritas utama perusahaan. Ia mencontohkan kendala yang sempat terjadi di Provinsi Bali, di mana rantai pasok BBM mengalami hambatan teknis akibat faktor cuaca ekstrem yang menyulitkan kapal pengangkut BBM untuk bersandar di pelabuhan.
Sebagai langkah taktis guna memulihkan kondisi di Pulau Dewata, Pertamina langsung menyiagakan 108 unit mobil tangki dan mengerahkan 465 awak mobil tangki, yang turut melibatkan personel perbantuan dari wilayah lain. Melalui intervensi ini, Baron memastikan pasokan dan distribusi
BBM di Bali kini mulai berangsur normal.
"Kami dari Pertamina memahami kondisi antrean yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia, dan ini menjadi fokus utama penanganan kami. Di Bali, kami sedang melakukan upaya yang sangat maksimal dengan penguatan distribusi berupa penambahan mobil tangki dan awaknya. Kami juga melaksanakan pembukaan SPBU lebih lama beroperasi 24 jam," ungkap Baron dikutip dari
Zona Bisnis Metro TV, Rabu 21 Oktober 2026.
Meski demikian, Pertamina mengakui bahwa rentetan upaya penanganan yang dilakukan saat ini belum sepenuhnya mengeliminasi antrean di seluruh wilayah secara instan.
Untuk itu, perusahaan berkomitmen untuk terus meningkatkan pasokan, mempercepat ritme distribusi, dan memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Langkah antisipatif ini dinilai sangat krusial, mengingat dalam waktu dekat masyarakat akan memasuki periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang secara historis selalu memicu lonjakan konsumsi komoditas energi.