Luhur Hertanto • 24 April 2022 19:06
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa siap mengikuti keputusan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang resmi memberhentikan keanggotaan dokter Terawan Agus Putranto. Kesediaannya ini disampaikan di hadapan forum IDI.
Prof. DR. dr Terawan Agus Putranto sebelum menjabat sebagai Menteri Kesehatan RI (23 Oktober 2019 - 20 Desember 2020) adalah Kepala RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, dan Ketua Tim Doker Kepresidenan RI. Dokter berpangkat Letnan Jendral TNI AD ini bertugas di dalam tim dokter Kepresidenan RI semenjak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Dokter Terawan dikenal dengan terobosan metode pemulihan pasien stroke yang dinamainya brain-cleaning. Tidak sedikit pasien stroke termasuk tokoh dan pejabat tinggi telah berhasil ditanganinya dengan metode intra-arterial cerebral flushing yang tdak IDI rekomendasikan ini.
Pada masa awal pandemi covid-19, masukannya selaku Menkes RI kepada Presiden Joko Widodo kerap menjadi kontrovesi karena bertentangan dengan sains dan cenderung menyepelekan situasi. Faktor penolakan inilah yang dinilai menjadi penyebab Indonesia terlambat melakukan mitigasi yang mengakibatkan ratusan tenaga kesehatan gugur dan nyaris lumpuhnya sistem kesehatan nasional.
Setelah lengser dari kabinet, dr. Terawan memperkenalkan risetnya tentang vaksin Nusantara yang diklaimnya menjadi perhatian dunia. Tapi ternyata metode risetnya diragukan olah para ahli di bidang vaksin yang fokus kepada penanggulangan pandemi covid-19.
Pada 26 Maret 2022, IDI resmi memberhentikan dr. Terawan Agus Putranto dari keanggotannya. Konsekwensi dari putusan yang mengikat dan berlaku seumur hidup ini adalah pencabutan terhadap lisensi praktek dr. Terawan, termasuk larangan melakukan penanganan medis baik dengan cara membuka praktik atau membuka klinik.