Saksi Kasus Korupsi Jadi Mayat Tanpa Kepala

12 September 2022 21:35

Pembunuhan seorang ASN di Semarang, dikaitkan dengan kasus korupsi pengalihan aset, korban yang merupakan salah satu saksi. Namun, kriminolog menilai rangkaian peristiwa itu masih bersifat spekulasi. 

Kamis (8/9/2022) malam pekan lalu, sebuah tanah lapang yang dipenuhi semak belukar di kawasan Marina Kota Semarang yang biasanya sepi mendadak ramai. Petugas kepolisian dari polrestabes semarang datang ke lokasi setelah menerima laporan pememuan mayat oleh warga saat membersihkan ilalang di sekitar lokasi kejadian.

Di lokasi ini ditemukan mayat dalam kondisi hangus terbakar hingga sulit dikenali. Selain itu, kepala mayat juga belum ditemukan. di samping korban juga ditemukan satu unit sepeda motor yang juga dalam kondisi terbakar. Petugas Inafis dari Polrestabes Semarang kemudian membawa mayat korban ke rumah sakit Bhayangkara Semarang untuk dilakukan autopsi.

Kondisi tkp yang gelap dan dipenuhi alang alang, membuat petugas harus menghentikan pencarian dan akan kembali esok pagi untuk mencari mencari kepala korban.

Hasil olah TKP menemukan barang bukti berupa motor plat merah H 9799 RA, nama dada, dan laptop milik PNS Bapenda Kota Semarang, Iwan Budi Paulus. Iwan budi Paulus, diketahui terakhir berangkat kerja dari rumah pada 24 Agustus lalu. Keberadaan Iwan Budi terlihat dari CCTV simpang tiga akademi kepolisian Semarang sekitar pukul 07.00 WIB pada 24 Agustus. Kala itu, Iwan Budi kabarnya akan menjadi nara sumber diskusi di salah satu hotel di Semarang.
 
Pihak keluarga juga sempat membuat laporan hilangnya Iwan Budi ke Polrestabes Semarang, pada 25 Agustus. Di hari yang sama, yang bersangkutan rupanya akan menjadi saksi dugaan kasus tindak pidana korupsi pengalihan aset di lingkungan pemerintah kota Semarang.

Fakta bahwa yang bersangkutan merupakan saksi dalam kasus korupsi pengalihan aset memicu spekulasi bahwa korban dihabisi terkait kasus korupsi pengalihan aset tersebut.

Namun, kriminolog adrianus meliala menilai mengaitkan kasus pembunuhan di Semarang ini dengan kasus korupsi pengalihan aset, masih bersifat spekulasi. Ia justru meminta semua pihak kembali ke fakta awalnya soal terjadinya pembunuhan, dan mencari bukti-bukti, sebelum mengaitkan dengan kasus korupsi.

Berbagai spekulasi di masyarakat tidak bisa dihindarkan. Namun, aparat harus bekerja berdasarkan alat bukti. Yang pasti, selain upaya pengungkapan kasus pembunuhan pada saat yang aparat juga memiliki tugas menuntaskan kasus dugaan korupsi pengalihan aset di lingkungan pemerintah kota semarang.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Ilham Amirullah)