NEWSTICKER

Terjerembab Tersebab Jilbab

6 August 2022 21:10

Sekolah harusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi peserta didik untuk menuntut ilmu. Sangat disayangkan masih saja ada oknum yang melakukan pemaksaan menggunakan seragam khas keagamaan yang berakibat fatal bagi siswa-siswinya. Seorang siswi SMA Negeri 1 Banguntapan mengalami pemaksaan oleh salah satu oknum guru di sekolahnya. Siswi tersebut dipaksa mengenakan jilbab oleh oknum guru bimbingan konseling pada masa pengenalan lingkungan sekolah pada 19 Juli 2022 lalu.

Akibatnya siswi itu depresi, menutup diri, bahkan enggan masuk sekolah. Sebagai tindak lanjut, Ombudsman Daerah Istimewa Yogyakarta memanggil Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Banguntapan Agus Istianto serta guru bimbingan konseling untuk dimintai keterangan. 

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X juga turun tangan dan menindak tegas para pelaku. Sri Sultan Hamengkubuwono X sudah menonaktifkan sementara kepala sekolah dan tiga guru di sekolah tersebut yang diduga terlibat. 

Meski peraturan tentang seragam sekolah sudah diatur oleh Permendikbud Nomor 45 Tahun 2014 tentang Pakaian Seragam Sekolah, pemaksaan penggunaan jilbab masih saja terjadi. 

Selain di DIY, hal serupa juga terjadi di DKI Jakarta. Seorang siswi SMP negeri di Kawasan Pejaten Timur, Jakarta Selatan berinisial R (13) mengaku tertekan akibat diminta gurunya memakai jilbab. R merasa disudutkan, karena teguran memakai jilbab disampaikan di depan teman sekelasnya. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa hal serupa pernah terjadi di SMK Negeri 2 Padang. Seorang siswi non muslim di sekolah tersebut diduga diwajibkan mengenakan jilbab.