Ahli: Tes Poligraf Ferdy Sambo Cs Punya Tingkat Akurasi 93%

15 December 2022 20:23

Ketua Asosiasi Poligraf Indonesia Agung Prasetya mengatakan, tes poligraf yang digunakan untuk para terdakwa kasus pembunuhan berencana Brigadir J menggunakan alat dengan tingkat akurasi mencapai 93%. 

"Untuk metode yang dilakukan oleh Labfor yaitu menggunakan metode Utah ZCT itu diklaim oleh asosiasi poligraf Amerika dan beberapa kalangan peneliti (akurasinya) 93%," jelas Agung. 

Lebih lanjut, Agung menjelaskan bahwa sebelum melakukan tes poligraf, pemeriksa akan melakukan tes awal untuk menentukan kelayakan seseorang untuk melakukan tes poligraf ini. Sehingga, kondisi trauma psikologis terperiksa sejatinya sudah terdeteksi di tes awal. 

"Tes awal itu tujuannya untuk membiasakan setiap terperiksa itu terbiasa menggunakan alat poligraf dan untuk melihat layaknya terperiksa dipoligraf atau tidak," ujar Agung.

Agung mengungkapkan tes awal juga bertujuan untuk melihat pola reaksi seseorang yang akan diperiksa. Ia juga mengatakan seseorang yang akan melakukan tes poligraf baik jujur ataupun bohong itu dalam keadaan mental yang sama. Namun, seseorang yang berniat berbohong dalam pemeriksaan akan telihat lebih gugup.

“Supaya melihat pola reaksi terperiksa. Soalnya kan terperiksa dalam keadaan gugup, orang yang dalam keadaan gugup itu apakah dia jujur ataupun berbohong sama, dia sama-sama gugup. Hanya saja orang yang memang ada niatan untuk menipu si pemeriksa dalam proses pemeriksaan poligraf itu kegugupannya lebih lagi, di sini lah kita melihat pola reaksi tersebut," paparnya. 

(Shania Iswandani)


Close Ads X
Close Ads X