18 December 2022 13:39
Presiden Peru Dina Boluarte menolak permintaan pendukung mantan Presiden Pedro Castillo untuk mundur. Protes keras terhadap pengangkatan Boluarte muncul usai Presiden Peru sebelumnya yakni Castillo dimakzulkan. Boluarte bahkan meminta kongres segera percepat pemilu untuk meredam kerusuhan.
Pernyataan itu disampaikan satu hari setelah anggota parlemen memberikan suara dalam menentang RUU untuk mengadakan Pemilu Desember 2022. Diketahui Pemilu seharusnya dilaksanakan dua tahun lagi.
Sebelumnya dalam pidato yang disiarkan televisi, Boluarte menyatakan penyesalannya atas aksi protes dan sejumlah kematian yang sebagian besar terjadi dalam bentrokan dengan pasukan keamanan. Termasuk militer yang telah diberikan wewenang untuk menegakkan ketertiban di bawah keadaan darurat.
Diketahui, Peru dilanda kerusuhan pasca Presiden Castillo dimakzulkan dan ditangkap 7 Desember 2022 setelah berusaha membubarkan kongres. Hingga saat ini sebanyak 18 orang tewas termasuk anak di bawah umur akibat unjuk rasa.