Tim SAR Pantau Pergerakan Tanah di Luwu Pakai Drone

29 February 2024 18:10

Pada hari keempat pascabencana tanah longsor di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, tim SAR gabungan terus berupaya mencari korban tertimbun material longsor. Petugas juga memantau kondisi pergerakan tanah di sekitar lokasi bencana menggunakan drone. 

Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian di titik-titik yang diduga korban tertimbun material tanah longsor. Selain melakukan pencarian dengan menggunakan alat berat, petugas juga memantau kondisi pergerakan tanah di sekitar lokasi longsor dengan menggunakan drone mengingat kondisi cuaca di daerah tersebut tidak stabil.

Kondisi ketinggian longsor yang mencapai 100 meter dengan ketebalan mencapai lima meter, membuat tim SAR gabungan kewalahan dalam melakukan pencarian. Sehingga harus melibatkan K9 atau anjing pelacak dari Polda Sulsel.

Kepala Operasi SAR Basarnas Sulsel Andi Sultan menyatakan, pada hari keempat ini pihaknya masih terus berupaya melakukan pencarian di titik-titik yang diduga lokasi korban tertimbun material longsor. Hingga saat ini belum ada warga yang melaporkan adanya anggota keluarga mereka yang hilang.

"Pencarian hari keempat kita ada tim pertama Drone akan melakukan observasi atau asesmen dari udara untuk memantau pergerakan tanah. Tim kedua kita akan melakukan pencarian dengan menggunakan alat berat namun itu tentatif melihat dari cuaca. Ketiga kita akan melakukan pencarian di titik-titik yang dicurigai (ada korban)," jelas Kepala Operasi SAR Basarnas Sulsel Andi Sultan.

Hingga saat ini, data korban bencana tanah longsor di Luwu, Sulsel, mencapai 24 orang. Sebanyak lima orang di antaranya meninggal dunia dan enam lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit setempat.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)