Cegah Banjir, Pramono Tambah Pompa Air di KM 13 Daan Mogot

3 February 2026 16:15

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau kawasan Daan Mogot KM 13, Jakarta Barat, pada Selasa, 3 Februari 2026, pagi. Dalam peninjauan tersebut, Pramono mengungkapkan bahwa Pemprov DKI Jakarta akan segera memasang pompa stasioner untuk meningkatkan kapasitas penyedotan air di lokasi tersebut, guna mencegah terjadinya banjir.

Dalam tinjauan tersebut Pramono Anung mengatakan, salah satu penyebab utama banjir di Daan Mogot KM 13 adalah kondisi jalan yang berada di bawah Sungai Mookervart. Akibatnya, saat hujan dengan curah sekitar 100 mm, kawasan tersebut mudah terendam banjir. 

"Sekarang ini kita berada di Daan Mogot KM 13 yang selama ini selalu banjir. Kenapa selalu banjir? karena jalannya dibawah permukaan Sungai Mookervart, jadi di apakan saja kalau kemudian curah hujan 100 saja tempat ini sudah banjir." kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, dikutip dari tayangan Headline News, Metro TV, Selasa, 3 Februari 2026.
 

Baca juga: Banjir Rendam Muaragembong Bekasi Selama Sebulan, Ketinggian Capai 2 Meter


Sebagai langkah penanganan jangka pendek, Pemprov DKI Jakarta memasang tiga pompa stasioner sekaligus, masing-masing di titik Daan Mogot KM 13, KM 13A, dan KM 13B. Pemasangan ini bertujuan meningkatkan kapasitas penyedotan air di kawasan tersebut. 

"Maka untuk itu, yang akan dilakukan penanganan jangka pendek adalah kami akan memasang pompa stasioner tiga sekaligus, yaitu di KM 13, 13A, dan 13B." ucapnya.

Sebelumnya, kawasan pompa Daan Mogot KM 13 hanya sekitar 1.000 liter/detik dan bersifat mobile. Melalui pompa stasioner, kapasitas penyedotan air meningkat hingga 7.000 liter/detik. 

Pramono berharap, langkah ini mampu mengurangi risiko banjir dalam jangka pendek, sekaligus menuntaskan pembangunan dan penataan kawasan yang tertunda sejak 2022. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Nopita Dewi)