3 February 2026 18:58
Presiden Prabowo Subianto memberikan teguran keras kepada Gubernur Bali, I Wayan Koster, serta para bupati di Pulau Dewata terkait masalah sampah yang menumpuk di kawasan wisata pantai. Teguran ini disampaikan Presiden di hadapan ribuan kepala daerah dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah di Sentul, Jawa Barat, Senin 2 Februari 2026.
Kegeraman Presiden memuncak setelah menerima laporan langsung dari seorang pejabat tinggi Korea Selatan yang baru saja berkunjung ke Bali. Pejabat tersebut mengeluhkan kondisi Bali yang kini dinilai sangat kotor.
"Saya di Korea ketemu tokoh-tokoh, menteri, jenderal. Dia ngomong ke saya, 'Your Excellency, I just came from Bali, oh Bali so dirty now, Bali not nice'. Wah, saya terima itu sebagai koreksi. Ini harus kita atasi bersama," ungkap Prabowo.
Presiden mempertanyakan kinerja pemerintah daerah yang dinilai lamban menangani masalah kebersihan di destinasi wisata kelas dunia tersebut. Ia lantas menginstruksikan Gubernur dan para Bupati untuk menggerakkan ribuan pelajar dari tingkat SD hingga SMA untuk melakukan korve atau kerja bakti massal membersihkan pantai.
"Maaf ya Gubernur, Bupati-bupati dari Bali, ini real lho. Bagaimana turis mau datang lihat sampah? Apa susahnya sih? Entah hari Sabtu atau Jumat, semua anak sekolah kumpul di pantai. Ini halaman kita, ayo bersihkan ramai-ramai," tegas Presiden.
Tak hanya mengandalkan pelajar, Presiden Prabowo bahkan menegaskan kesiapannya untuk mengerahkan aparat TNI dan Polri jika Pemerintah Daerah Bali merasa tidak sanggup menangani persoalan sampah ini sendirian.